NAPAK TILAS


 

Memoar ini bercerita tentang perjalananku
Dimulai pada hari itu, 28 Maret 2012
Hari itu aku lumpuh, buta dan bisu
Aku gagal meretas jalan negarawan
Patah arang dalam perjuangan
Aku mati muda, kawan

Hingga akhir 2012
Aku terperosok dalam kubangan maksiat
Setiap pagi kulalui dengan perasaan berdosa
Siang hari aroma ku menguarkan wangi syurga
Tapi malam hari aku terpenjara dalam kandang pendosa
Sempurna mati muda dalam pergerakan
Aku ingin hidup kembali
Merasakan lagi nadi pergerakan
Tapi gayung semangat tak selalu bersambut, kawan

Masa pun berganti, ku temukan lagi tapak-tapak perjuangan ku
Malam-malam jadi penuh  cahaya
Ku tegakkan  badan  dalam dingin dan  kesunyian
Ku akrabi  aroma-aroma  syurga
Aku ingin hidup kembali,  kawan
Merasakan  lagi suka  duka perjuangan
Menuliskan lagi  berlembar  harapan dan impian
Gayung bersambut  dan  jalan ku kepalang  tak sama dari  yang lain

Pertengahan  januari 2015
Aku  memproklamasikan kemerdekaan
Ya,  aku  sepenuhnya merdeka
Aku seutuhnya hidup
Merasakan anugerah hidup setelah mati  muda
Dan jalan  ku telah tak sama dengan yang lain

Bulan ini, lewat pertengahan  tahun  2016
Masa yang  panjang  sekaligus singkat
Satu episode  telah usai
Episode lain  akan  di  mulai
Episode ini di buka dengan sebuah mimpi

Aku bermimpi tentang nabi ku
Sayangnya aku gagal bertatap  muka
Jangankan  untuk mengenaliku
Mencium aroma wangi  nabi  pun  aku tak bisa
Dan aku terjaga dengan  beribu tanya

Apa yang harus kulakukan agar dikenali?
Apa yang harus keluruskan agar diberi kesempatan lagi?
Aku sangat ingin bertatap muka
Setidaknya, biarkan aku mencium aroma parfumnya
Aku inginsekali menyapa
Setidaknya,izinkan aku mengenalkan diri kepadanya
Itu ingin ku kini, kawan
Dan aku   tahu bahwa perjuangan ku semakin berbeda dari yang lainnya

 

Indralaya,agustus 2016

Umi Qonaah

p.s:
katakanlah ini sajak, dan sajak ini sepenuhnya curhat. Anggaplah juga, ini resume perjalanan hidup ku selama tahun-tahun lalu. Napak tilas ini ditulis sebagai bukti sejarah perjalanan hidupku selama menimba ilmu 7 tahun di  Inderalaya. Aku  sering  merasa  lucu  jika flashback perjalanan hidup.
Orang-orang banyak mengenalku sebagai sang juara karena selalu ada di peringkat umum sekolah. Sejak dari SD malah. Adik-adikku bahkan takut  mengambil sekolah di  tempat sekolah yang sama dengan ku. Bagi  mereka, legenda juara ku adalah  tekanan  tersendiri  karena mereka   tidak  ingin hidup  dengan bayang-bayang  nama  ku.  Legenda itu menjadi  lucu jika melihat angka  yang  kuhabiskan sekedar meraih S1, ya.. sang legenda harus dijuluki dengan  sebutan “legend”  karena  deadline  masa  kuliah. Bahkan ada temen baik yang  iseng  ngasih  nama “legend” untuk kontak whatsappku.
Apa yang salah? Bahkan saudara-saudaraku  pun ragu  dengan prestasiku dulu di sekolah.  Seolah kuliah 7tahun adalah aib, padahal sih aku  juga pernah  merasa ini seperti aib. Pernah ngambek parah karena dinilai menambah aib. Pernah nangis parah sampe harus  kerudungan muka pake goddie bag karena  nangisnya  didepan adek tingkat. Nggak sadar umur. Hahaha.
Lah, Jangankan  mereka, aku sendiri  malu bertemu  teman-teman seangkatan ku. Begitulah pokoknya. Tapi, setelah  menuliskan napak tilas itu, aku semakin sadar diri  bahwa aku beda dan  memang  berbeda dari yang  lain. Aku  sedari dulu juga  sudah dinilai aneh,  sudah ditanya juga apakah aku siap dipandang sebagai orang  yang aneh.  Sepertinya,, sekarang aku sudah punya jawabannya. Turut membenarkan kalimat dosen saat kuliah 6 tahun lalu, bahwa kuliah itu membentuk kepribadian. Udah, gitu aja curhat  tambahannya.  Semoga kalian tidak memandang ku dengan pandangan yang menilai,”Oo..gitu.”dan jangan memandangku  dengan pandangan penuh belas kasihan. Kenapa? Karena aku   belum benar-benar  minat jadi  pengumpul recehan. Terimakasih sudah menyimak sampe pada kalimat ini. Semoga  kisah mu lebih menyenangkan!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s