ISTIQAMAH


Kau datang, mengajakku berbincang

kau bilang ini tentang hubungan kita yang makin merenggang

kau bertanya, bagaimana harus kusampaikan kata ini pada mu?

… … .. .. … ….,

Kalau bukan karena cinta,

Sudah lama ku tinggalkan kamu

Ada ku, ada kamu, hanya menambah sesak

Ada ku, kamu, hanya menimba air mata

Sialnya, cinta ini merebak dalam urat nadi

 

Pikir mu, pikir ku, hanya menambah lara

Pikir mu, aku, hanya menyepuh luka

Sialnya, cinta ini merebak bersama pusaran iman

 

Iman ku tak akan bisa membuat cinta jadi lebih lama

Iman ini rapuh, kusut, hanyut

Bekas  puingnya serupa serpihan debu

Tipis, terkikis.

 

Iman mu, tak akan bisa membuat cinta jadi lebih lega

Iman mu hampa, alpa, tak lagi punya nyawa

Sisa nafasnya serupa lahar panas

Ada, meniadakan.

 

Kalau bukan karena iman, sudah lama kutingggalkan kamu

Sialnya, cintaku serupa benih.

Tumbuh, menetapi ketetapan

Iman mu serupa hujan,

Datang bersama petir, menyiram menumbuhkan

ikatan kita, ikatan bara

terlepas pias, tergenggam legam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s