DIMANAKAH PERAN PEREMPUAN?


Salam,

Beberapa waktu lalu, saya ditanya oleh seorang akhwat. pertanyaan cerdas yang muncul dari keinginan luhur untuk belajar mengerti, akhwat itu bertanya,”Ukhti, saya sering membaca buku-buku yang membicarakan tentang peradaban dan pemuda, saya sangat jarang sekali menjumpai pembahasan sejarah tentang peran dari para perempuannya. ”

Sungguh, sejak pertama kali Allah menciptakan Hawa, peran peradaban perempuan telah ditentukan garis-garisnya. Petunjuk-petunjuk agar menjadi sosok perempuan yang mengawali kebangkitan peradaban pun telah banyak di ulas, Al-Qur’an bahkan banyak menceritakan kisah-kisah tentang peran seorang perempuan pada tiap-tiap zamannya. Sebut saja peran Hawa, Asiyah, Istri Imran, Saudara perempuan Musa, Siti Sarah, Siti Hajar, Maryam, Ratu saba dan masih banyak lagi perempuan sebagai teladan yang baik dalam peradaban. ataupun sebagaimana kisah istri Nuh, istri Luth, Istri Abu Lahab, hingga sampai kepada peran perempuan yang menjadi sebab dibunuhnya Nabi Zakariya dan Yahya, semua sudah sangat jelas peran-peran yang dilakukannya.

Ala kulli hal, peran perempuan memang tidak selalu ditampakkan, sebab memang pada fitrahnya peran perempuan lebih mendominasi pada hal-hal yang detail dan membutuhkan perhatian yang teliti.

coba kita bertanya, siapakah yang melahirkan nabi Muhammad? siapakah yang melahirkan pemuda-pemuda generasi Salahuddin? siapakah yang melahirkan prajurit sekaligus panglima terbaik generasi Muhammad Alfatih? Bagaimana ibu para pemuda peradaban itu tumbuh hingga mampu melahirkan generasi terbaik pada zamannya? Brapa orang kah yang kemudian kita tahu namanya?

Manakah yang lebih penting, nama kita disebutkan atau keluhuran akhlaq dan keteladanan yang baik dari anak-anak kita?

Siapakah istri Umar Al-faruq? Siapakah istri Umar bin Abdul Aziz? Siapakah istri dari Sultan Murad II? Seperti apa peran para istri tersebut dalam kepemimpinan suaminya? Manakah yang lebih baik bagi kita, nama dan peran kita disebutkan atau cukup dengan keluhuran suami dalam memuliakan kita dengan ridha nya terhadap tugas kita sebagai seorang istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya?

Sungguh indah Al-Qur’an dalam memuliakan kita sebagai wanita, dan peran-peran kita dalam proyek kebangkitan peradaban manusia.

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Taubah [9]: 71)

 

atau dalam Surah yang lain,

 

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

 

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124)

 

Sungguh yang demikian sudah sangat cukup bagi kita, tentang peran-peran kita dan kemuliaan yang akan kita peroleh karenanya.

Bukan kah pohon yang kokoh membutuhkan akar yang kuat sebagai penopangnya? Lantas apakah akar itu menjadi iri manakala yang disebut-sebut dan di agung-agungkan adlah batangnya, dahannya, daunnya, rantingnya bahkan buahnya, sedikit sekali yang memuji dan mengulaskan peran akar.

Jika kemudian ada hari yang pantas dirayakan untuk mengenangkan peran perempuan, maka hari penciptaan hawa lebih dahulu mesti diajukan, atau hari dimana Aminah melahirkan Muhammad, yang dengan Muhammad lah kita diajarkan keteladanan tentang memuliakan perempuan.

jika ada hari yang pantas untuk dirayakan sebagai penghargaan tentang keberhasilan perempuan dalam hal politik, ekonomi dan sosial, maka izinkan lah saya mengajukan dua pilihan utama. Pertama, hari dimana Asiyah mampu meluluhkan Fir’aun agar membiarkan Musa dalam pengasuhannya. kedua, hari dimana Ratu saba’ memilih islam dan menyerahkan kepemimpinan negeri nya kepada Sulaiman hingga melegendalah gelar “Baldatun Tayyibatun warabbun Ghafuur.” dalam keseharian kita.

Jika kemudian dimasa kini, ada hari dimana ada pengakuan atas hak-hak perempuan dan peran-perannya baik di Nasional maupun Internasional, maka manakah yang lebih baik dari Hari dimana kita dilahirkan dari rahim Ibunda kita dan ditakdirkan menjadi seorang perempuan yang beragama islam?

Mereka menawarkan penghargaan dan kemuliaan duniawi, yang sering tampak indah namun sebenarnya penuh racun dan Azab. Sedang Allah menakdirkan kita menjadi perempuan, dengan penawaran yang lebih tinggi. Pilihannya jelas, :

 

“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (At-Tahriim:10).

dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a: Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Q.S At-Tahrim : 11).

 

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita, sebagai perempuan yang mampu membuat pilihan dan mendapatkan balasan penawaran terbaik dari Allah. Kita semua, para muslimah. Insyaa Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s