Kita Adalah Da’i bukan Hakim


Assalamu ‘alaykum wrwb.

Tulisan ini, sekadar ikut berkomentar terkait seorang al-ukh yg terpilih mjd ketua salah satu lembaga dakwah di bumi sriwijaya.

đź’ Iftitah

“Tidak akan pernah berhasil suatu kaum yg menyerahkan urusan mereka (kekuasaan) kepada seorang wanita.” [Hadist Riwayat Bukhari]

tentang hadist tersebut, Dr. Musthafa as-siba’i berkomentar sbg berikut: yg dimaksud hadist itu adalah pucuk pimpinan masyarakat. Berkenaan dg kepemimpinan negara. Sdgkn kepemimpinan scr umum tdk di larang brdasarkan ijma’ ulama.
Imam Abu hanifah bahkan memperbolehkan memimpin pengadilan dlm beberapa kasus tertentu, dimana pengdilan sama jg dg kepemimpinan.
Nash hadist sendiri terang menunjukkan bahwa pelarangan berlaku untuk kepemimpinan negara. Hal ini bisa disamakan dg kepemimpinan pada hal-hal yg sgt vital.

Ibnu hazm pernah berujar bahwa “Sesungguhnya Islam tidak melarang wanita menduduki jabatan apapun, diluar posisi khalifah agung.”
ucapan ini juga mjd penyanggah apabila ada yg mjdkan dalil pelarangan wanita menempati posisi tertentu dg mengajukan QS. An-Nisa:34.
Lupakah kita pada kisah kaum saba yg diabadikan dalam surah An-naml? Siapakah yg memimpin kerajaan itu? Tidakkah dia seorang perempuan? Apakah kerajaan saba adalah kerajaan kecil dan lemah?
Hud hud menggambarkan kerajaan itu sbb:
“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yg memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yg besar.” [TQS. An-naml:23].
Bahkan, ketika hidayah kebaikan datang dia juga yg mengajak rakyatnya untuk menguji.
Allahu akbar, kisah ratu saba di akhiri dengan kisah manisnya saat ia memilih takluk pada keagungan Allah, tunduk pada agamanya.

Dan masih banyak lg kisah keberhasilan dr kepemimpinan seorang wanita.

đź’ Posisi Ketua Lembaga Dakwah

Lembaga dakwah, adalah salah satu lembaga yg menisbatkan diri dalam kerja kerja dakwah ammah: syi’ar islam pada khalayak ramai.
Tentu peran LDK sangat strategis dlm gerak dakwah di kampus yang bersangkutan.
Kerja-kerja ini tentu berkaitan dg syiar islam dlm smua agenda2 nya.
Penting utk diketahui bhw ada perbedaan yg ckup besar pada dakwah di kampus2 negeri dan kampus2 swasta yg msh sempit. Pada kampus2 swasta di daerah2,
Latar belakang usia dan pekerjaan di luar aktivitas kuliah menentukan porsi keterlibatan para mahasiswa nya dlm aktivitas gerakan mahasiswa.
Umumnya, justru para mahasiswi yg pny porsi lbh bnyk dan konsern di gerakan mahasiswa. Lihatlah dlm jumlah kader suatu ormawa, wanita paling menentukan aspek kuantitasnya.
Kecakapan memimpin ditentukan oleh bakat, akhlaq, pemahaman islam dan ketajaman dalam membaca situasi zaman.
Laki-laki dilebihkan Allah dlm bakat memimpin, namun tdk menutup kemungkinan bahwa tetap saja akan ada perempuan yg memiliki takdir akan tampuk suatu kepemimpinan.
Tidak ada kehinaan bg perempuan yg memimpin, kecuali dia sangat buruk akhlaq nya, jauh pemahamannya dan tidak cakap dalam menjalankan roda kepemimpinan.
Maka, mencaci maki saudari kita se-aqidah yg tertakdirkan mjd pemimipin adalah cerminan akhlaq yg buruk dan kedangkalan dalam menelaah suatu keadaan.
Tidakkah dia takut pada Allah yg tlh menyebutkan bahwa setiap mukmin adalah saudara. Adakah yg lbh buruk dari sifat mencaci maki saudara sendiri?
Tidak takutkah ia pada perkataan rosul bahwa,”seorang yg beriman itu apabila lisan dan tangannya aman dr menyakiti saudaranya.”

đź’  Ikhtitam

salah satu yg paling dikenal dalam metode dakwah adalah berdakwah dg perkataan yg baik “billati hiya ahsan”.
Jika kemudian mendapati sesuatu yg tdk baik dr saudara kita, maka kita tdk layak membuka aib atau mencaci makinya didepan khalayak.
Nasehatilah dg nasehat yg baik saat ia sendiri.
Kita adalah da’i dan bukan hakim.
Tugas kita mengajak, menyeru pada kebaikan, bukan menghakimi baik/buruk seseorang.
Melanjutkan amal kebaikan dr gerakan dakwah yg sdh ada itu jauh lbh baik drpd melontarkan kata2 buruk yg hny akan melemahkan barisan.
Sungguh, kita semua menyukai agar bersama-sama melangkah bersama jamaah dan akan mengalah dr pendapat yg kita yakini demi tegaknya persatuan dan kesatuan umat.
Ini pun layak menjadi acuan kita pada khalayak bahwa
“dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi S. A. W, berliau berkata,”org yg beriman tdk akan kena sengat dua kali.” [IR. Bukhari].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s