24 tahun: JEJAK LANGKAH


Bismillah,

Bulan ini ada hari dimana secara hitungan masehi saya akan berusia genap 24 tahun. Apaa, 24 tahun? *masih muda kok..haha*. Ceritanya kemarin saya dari tempat temen, dia syukuran genap usia 20 tahun, sedihh banget tauu.. saya ngerasa masih umuran segituuu aja dari dulu dulu..

Alhamdulillah, saya masih diberikan nikmat kesehatan yang banyak..baaanyaakkk..dalam setahun terakhir..ini bener-bener rezeki tak terkirakan, seingetan saya kalaupun sakit cuma sakit yang ringan lah yaa, semisal batuk, sariawan, maag kambuh. Cuma ituu, Alhamdulillah..

Pas genap 23 tahun kado terindahnya adalah pencapaian atas seminar proposal penelitian, yaah walaupun kalau ditanyain terus terkait skripsi saya selalu sedih, tapi ini benar-benar great present. Alhamdulillah.. perkara yang membuat saya sedih sebenarnya ketika orang menanyakan gimana skripsi kamu qo? Sedihnya tuh dimana-mana, saya selalu teringat dengan waktu yang saya sia-siakan dalam setahun belakangan ini. Saya ngerasa Q.S Al-Ashr itu ditujukan kepada saya, makanya jadi sedih tiada kira. Yaah, saya masih kalah dalam memerangi nafsu malas yang bersemedi di dalam aliran tubuh saya ini. Innalillah.

Alhamdulillah, saya masih diberikan tambahan rezeki lagi oleh Allah untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam membiayai keperluan pribadi saya. Kuadran II kiri, masih sebagai pekerja memang, tapi ini lebih baik daripada saya terus-terusan bergantung pada kiriman orang tua dirumah (yang kita tau lah gimana keadaan perekonomian saat ini), juga jauh lebih baik daripada saya bergantung pada kebaikan orang lain yang malah nanti jadi beban hutang budi. Allah mah gitu, tau banget kalau saya butuh pemasukan untuk memenuhi keperluan yang harus dikeluarkan jadi diberikan tambahan rezeki banyaakk.. Alhamdulillah..

Relasi saya bertambah, pengalaman bertambah, silaturahim bertambah luas dan salah satu buah yang saya terima adalah seorang ibu yang menganggap saya layaknya anak sendiri. Terima kasih ibu, semoga Allah menambah rezeki untuk ibu..

Kalau dihitung-hitung waktu efektif yang saya gunakan dalam setahun terakhir ini, saya hanya menggunakan dengan baik waktu yang Allah berikan efektif 6 bulan progress. Selebihnya kemana? selebihnya saya sia-siakan dengan bermalas-malasan, nonton, tidur dan hal-hal kurang manfaat lainnnya. Tsumma Na’udzubillah..

Alhamdulillah, saya bisa menghimpun beberapa karangan tulisan saya ke dalam mini kumcer yang saya soft launching di blog ini juga. Mini kumcer yang bisa di googling kapan ajah dengan keyword: Aku Kamu dan Sekuntum Rindu1. Ini bagian kecil dari impian besar saya bertahun-tahun lalu.. Alhamdulillah bisa saya rintis di tahun 2015. Sooo late sih, tapi saya bersyukur masih tersempatkan. Alhamdulillah..

Secara kepribadian dan kebiasaan, Alhamdulillah progress banget, sudah bisa me-manage malas nyaa.. udah rajin masak sendiri, udah bisa manage antara kebutuhan dan yang sekedar keinginan mata, udah bisa make-up sendiri 😀 .. kontrol kamar juga bagus bangeett. Alhamdulillah juga sudah bisa me-manage emosi terutama jika hendak marah. Senenggg bangett bisa ngeredam marah, tapi masih susah untuk me-manage mood kalau lagi BT. Ampuunnn…

Ruhiyah ku apa kabar? Alhamdulillah, meski naik turun nya kerasaaa banget tapi selalu punya semangat untuk fight, mau tau semangat nya apa? iyaa, saya malu kalau kalah dengan nafsu malas. Maluu bangeettt..

semoga usia 24 tahun bisa lebih wise, clever, smart dan brighter.. Aamiiin..

Hal pertama yang harus menjadi fokus pencapaian di usia menuju 25 tahun adalah WISUDA. Saya ingin menghadiahkan ini Ya Robb untuk mamih saya yang sangat kucintai. Mamih ku harus kubahagiakan dengan membuatnya hadir dalam prosesi WISUDA sarjana ku, biar kuperkenalkan beliau pada kota yang membesarkan ananda nya ini. Biar kuperkenalkan beliau pada sahabat-sahabatku disini, agar hilanglah rasa khawatiran beliau pada nandanya ini, agar lega desah nafasnya melihatku mengenakan toga, agar tangisnya nanti melafalkan keridhoan besar yang sudah sejak lama kunanti-nanti, supaya tenang nanda menyusun rencana lain dalam memuliakan mamih. Allah, lancarkanlah dan tolonglah hamba yaa dalam urusan yang satu ini..

Yang kedua adalah Adik-adikku yang sudah masanya mendapatkan hal yang sudah semestinya mereka dapatkan dari seorang kakak perempuannya ini, sudah tiba masanya untukku menunaikan kalimat terakhir dari almarhum bapak. Sudah tiba masanya mamih lega karena beban amanahnya ada yang mengajaknya berbagi sedikit.

Hal ketiga adalah merenovasi rumahnya mamih, rumah harus menjadi nyaman buat mamih. Mamih kan udah lama pengen inii.. Yaa, mungkin saya nggak bisa banyak melakukan renovasi, tapi setidaknya jadi nyaman untuk mamih beribadah di rumah.

Ke empat yang ingin saya lakukan adalah, mengizinkan kakak perempuanku untuk menata sendiri rumah tangganya bersama keluarga kecilnya. Jika hal pertama bisa saya penuhi, maka hilanglah sudah kekhawatiran kakakku ini terkait mamih. Yaa, karena saya belum wisuda-wisuda juga kakak jadi nggak tega ninggalin mamih sendirian di rumah. Kakakku mah gitu orangnya, perhatian penuh dengan kami semua..

Hal kelima adalah persiapan pernikahan lah. Target saya menikah kan usia 25 tahun, jadi usia sekarang benar-benar harus efektif mempersiapkan diri. Apa ajaa tuh? Oooh, banyaakk yang mesti disiapin mah, baaanyaakk. Ilmu parenting aja masih nol banget.. Saya mah nggak tahu kapan pastinya ‘ijab kabul’ saya, tapi mempersiapkan keberkahan kan wajib laah.. Siapa lagi kalau saya sendiri nggak mempersiapkan sebaik mungkin.. mudah-mudahan nggak begitu tergesa persiapannya..

Hal keenam yang saya ingin melihatnya adalah pernikahan kakak laki-laki saya. Terserah mau mana yang duluan dikabulkan Allah, tapi di usia menuju 25 tahun saya ini maunya harus sudah menikah semua, saya dan kakak. Supaya ada yang ingetin kakak kalau lagi kerja terus lupa waktu sholat, supaya yang 1/2 agama sudah bisa kami penuhi, jadi kami tinggal berusaha sekuat ikhtiar mengusahakan ibadah untuk memenuhi 1/2 agama lagi..

Hal ketujuh yang juga saya inginkan adalah kembalinya semua keluargaku kepada Allah, kembali dalam arti menyerahkan segala urusan kami kepada Allah. Kembali dalam artian penuh prasangka baik kepada Allah, taat beribadah, senang bersedekah serta ikhlas dengan semua hal yang akan terjadi kemudian, tawakkal dengan yang kemudian menjadi serta senantiasa memperbarui keimanan kami. Saya selalu membayangkan keluargaku berkumpul bersama, tertawa dan bahagia bersama memperbincangkan ibadah-ibadah kami di semua aspek kehidupan kami. Cuma dengan cara ini kami bisa menolong almarhum bapak, cuma dengan cara ini kami bisa mengiba belas kasih Allah agar kami dikumpulkan kembali bersama bapak dalam Jannah-Nya. Ya, cuma dengan cara ini..

No party, yang ada nanti hari-hari yang akan penuh dengan ikhtiar-ikhtiar, hari-hari yang akan jadi lebih banyak do’a.. serta waktu-waktu lebih banyak lagi belajar agar lebih wise..

Mudah-mudahan yaa, do’akan kami.. doakan juga saya dan semoga yang mendo’akan juga mendapatkan kebaikan yang sama. . . .

Bumi Allah, 17 Mei 2015.

Prof. Umiqo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s