Perkenalan saya dengan kitab Bulughul Maram


index

Sejujurnya saya sejak lama tidak konsern mempelajari hadist [hatta hadist ‘arba’in sekalipun], alasan saya selain karena tidak memiliki ilmu dasar tentang ini, juga karena belum sepenuhnya bisa memahami Alqur’an dengan baik. Saya bahkan berkeinginan untuk menunda belajar hadist, nunggu pelajaran dasar ilmu Al-qur’annya selesai dulu, tapi sepertinya sekarang tidak bisa berdalih dengan hal ini. Saya terusik dengan beberapa adik-adik yang seringkali bertanya tentng hadist ini itu dsb, perasaan terusik ini terus menumpuk namun tetap saya abaikan, hingga suatu hari di jelang awal ramadhan lalu saya bermimpi diberikan kitab Bulughul maram oleh almarhum paman, berhari-hari saya memikirkannya karena kitab itu begitu jelas dalam mimpi saya. Alhamdulillah, Allah menakdirkan pertemuan saya dengan kitab ini melalui Nyayu Fatimah sebab nyayu ini rupa-rupanya memiliki bulughul maram. Eh, baru tau kalau ini kitab isinya hadist. Emang yaa, kalau jodoh pasti ketemu jugaa .. [dengan Bulughul Maram maksudnya]. Untuk saat ini, saya berstatus meminjam kitabnya Nyayu [terima kasih sayang, udah minjemin]..
Baiklah, setiap membaca buku maka saya senantiasa kepo dengan penulisnya, berikut saya copikan sedikit tentang sang penulis. kitab Bulughul maram ditulis oleh Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali dan dikenal dengan nama Ibnu Hajar Al asqalani alhafidz, gelarnya “al Hafizh”. Adapun ‘Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah. beliau lahir bulan sya’ban 773 H, hafidz umur 9 tahun dan mulai menulis umur 23 tahun [umur yg sama dengan saya sekarang ini], beliau juga seorang yang yatim piatu sejak umur 4 tahun. karya fenomenal beliau ini selain Bulughul Maram adalah kitab Faatul Bari’. Masyaa Allah, inspiring banget penulisnya [kepoin aja riwayat hidup beliau]
Nah, hari ini diantara to do list saya adalah belajar 1 hadist selama 1 pekan. seperti kitab-kitab pada umumnya, Bab pertama dari bulughul Maram juga diawali dengan Thaharoh alias bersuci.
Saya baru selesai menulis hadist no.1 dari bab pertama, berikut syarah dan penjelasannya serta pelajaran dari hadist. lumayaaan banyaak dan luas yaa,, dan seperti tabiatnya murid dan pembelajar terhadap ilmu, ketika mendapat ilmu itu harus ditulis biar lama ingatan kita ttg ilmu tsb.

.:Untuk hari ini, sekian duluu.. mohon maaf kalau masih ‘menggantung’ bagian akhirnya, sebab saya masih berfikir..[ to be continued..]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s