Tentang Jodoh


Bismillah..

Mari kita mengawali pembicaraan ini dari pojok depan bus kota

“Rezeki, bala’ dan jodoh, sudah diatur semua” sopir berujar..

Begitulah, semua orang tau kaidah nya secara teori, faham aturan mainnya.
Namun, tidak semua orang bertindak dg kaidah dan aturan yg telah diketahuinya.
Mau jadi berkah atau jadi musibah, semuanya yaa kita sendiri yg menentukan
pilihan.

“kalau mau diberi jodoh yg baik, perbaiki dulu diri kita” bibi berujar,

ah, rasanya hampir semua orangg pasti menginginkan untuk mendapat jodoh yg baik. right?

“tapi kalo kita sendiri buruk prilaku, mustahil dapat jodoh yg baik. kalaupun dapat pasti cuma sebentar saja.” lanjutnya.

fir’aun, salah satu keberuntungan dalam kisah hidupnya adalah memiliki istri bernama asiyah. wanita agung yg namanya sejajar dg bunda khadijah, maryam,dan fatimah. wanita yg tidak hanya cantik rupa namun cantik akhlaqnya, penyejuk hati dan juga shalehah. Namun fir’aun yg kufur nikmat, akhirnya pun berpisah dunia akherat dg asiyah karena asiyah memilih bertetangga dg Allah di Syurga sebab tauhid yg dijaganya.

“pilihlah jodoh dari akhlaq dan agamanya sebagai pertimbgn utama, karena laki-laki yg taqwa akan takut kepada Allah dalam memperlakukan istri dan keluarganya.”

rasanya, saya baru memahami mengapa rosulullah sngt menekankan pentingnya masalah ini. Ini bukan menyangkut perkara laki-laki dan wanita secara sempit saja, namun lebih luas berbicara tentang bangunan peradaban umat manusia.

memang benar bahwa setiap orang punya cerita, punya kisah, pernah diberi cobaan, dan pernah punya masa-masanya masing-masing. hanya, bagaiamana kita dari masa ke masa, itulah yg membedakan kita dg orang lain. Menuru saya, tidak ada kepribadian yg muncul begitu saja. Kepribadian adalah hasil dari ikhtiar membangun identitas diri. Yg masih memiliki kepribdian buruk, masih terbuka lebar kesempatan memperbaiki. Yg sedang menjadi baik, tetap smangat selalu lebih baik agar tidak jenuh dg kepribdian yg sedang dibentuk. Lebih jauh, kepribdian harus menjelma menjadi akhlaq hidup yg baik, buah dari keimanan yg benar.

Namun bagi yang sudah mantap ingin segera mendapatkan jodoh bagaimana?
Sungguh… Pekerjaan Menunggu, bagi mereka yg sedang merajut cinta itu terasa lamaaa banget. Kenapa? Karena berjumpa dan membersamai itu membutuhkan kata yg lebih banyak untuk menguraikan dibanding emosi yg muncul. Begitu berjumpa, rasanya menunggu bagaikan baru sekerlingan mata. Maka, berbahagialah bagi wanita-wanita muslim dengan syurga yg luasnya seluas langit dan bumi jika ia benar dalam cinta-nya kepada Allah, ia akan takut kepada Allah dlm menata ‘rasa cinta’.

sebagai penutup, Mari sedikit tadabbur kisah istri nabi luth a.s dan istri nabi nuh a.s…
Keshalehan, nafkah halal, anak2 yg berbakti, rumah tngga islami, tanggung jawab dakwah, dan percerdasan umat bukan hanya kerja milik suami saja, harus saling memahami dan menguatkan agar cita-cita rabbaniyah jg terealisasi mulai dr ‘ranjang’ rumah tangga.
Sampai disini kmudian kita akan memahami mengapa setara dalam agama (pemahaman) lebih dipentingkan. Apa jadinya jika suami mengajak umat menuju perbaikan aqidah dan moral sedangkan istrinya yg pertama-tama mengkhianati? Tentu setiap wanita berharap menjadi sebaik-baik istri dlm kewajibannya terhadap suaminya. Right?
Oleh karena itu, keep semangaaat dlm memperbaiki diri dan masa dpan dari fase-fase kehidupan kita!

Difaraprasekan lagi dari status facebook saya Umi Qona’ah
semoga menjadi berkah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s