Pendapatku Tentang Cinta Dalam DIAM


Malam-malam gini ada yang sowan ke kamar dan ‘curhat’ tentang kisah cinta dalam diamnya terhadap seseorang (yang dirahasiakan idenditasnya). ini bukan lagi ‘curhatan’ yang perdana, entah sudah berapa orang yang mengisahkan hal yang hampir serupa.

Saya sendiri bukanlah orang yang ‘ahli’ dalam urusan cinta sebelah rasa ini, karenanya saya hanya mampu memberikan tiga opsi ekstrim bagi yang merasa memendam cinta yang sangat dalam pada seseorang dan bingung-galau mau gimana. mau tahu solusinya??? taraaaa, ini dia nih solusi EKSTREM dari saya:

1. Kamu mengasingkan diri ke dalam hutan supaya nggak perlu ketemu lagi ama orang yang kamu suka dan nggak perlu bingung sana-sini.
2. kamu ‘bunuh’ orang yang kamu sukai itu, sebab dia menjadi objek sekaligus subjek yang kamu sukai, biar dia ‘hilang’ dan kamu nggak perlu berfikir untuk menyukainya lagi.
3. LAMAR DONG!!! kalau memang benar-benar suka, mestinya yaa berani lah yaa untuk melamar, mau kamu itu cewek atau cowok. takut di tolak?? yaa kalau ditolak berarti kamu nggak jodoh ama dia dan dia bukan pilihan terbaik versi RABB kamu. Gimana???
Note: Disarankan mencari solusi yang lain.
‪#‎Serius_Sereemm‬..

Oke, kita bismillah dulu yaa.. bismillahirrohmaanirrohiiim.

Perkara mencintai seseorang itu memang perkara yang sangat sensitif menurut saya. Mengapa? karena kita sedang berbicara tentang perasaan hati. Asli, ribet banget deh kalau udah ngomongin dua hal ini: Perasaan dan hati.

Mungkin ada yang bertanya, emang nggak boleh yaa mbak kalau kita diam-diam mencintai atau mengagumi seseorang?  sebenarnya bukan nggak boleh atau boleh sih jawabannya. ah jadi terngiang dengan sebuah lirik lagu ini:

Aku diam-diam suka kamu,

coba mendekat, ku coba mendekati hatimu

nah, dari lirik lagu itu aja harusnya kita bisa mengambil pelajaran gitu, bahwa nggak ada jaminannya ketika kita mencintai seseorang secara diam-diam itu kita nggak bergerak menuju seseorang itu. Nah, pergerakan ini yang kemudian menjadi masalah menurut saya.

Jadi gimana dong solusinya? okee, simak baik-baik yaaa.. ini dia niih solusi dari saya:

1. Kenali dan pahami dulu akar persoalan dan sebab dari munculnya rasa suka itu. misal: Senyumnya, atau apanya lah gitu. pokoknya harus ketemu dulu akar persoalan dan sebabnya.

2. Siapin tekad dan niat yang kuat bahwa apa yang akan kamu lakuin ini adalah mencari kebenaran Allah dan kita berupaya dengan hal itu.

3. Selesaikan masalah kita dengan Allah. curhatin aja semua-muanya, Allah nya kita juga, Rabb kita juga, di jamin Allah nggak bakalan bosen dengerin curhatan kita. Udah?? nah, kalau sudah, mantapkan lagi bahwa kamu sedang berikhtiar menjadikan hal-hal yang akan kamu lakukan ini sebagai bentuk akibat logis dari keinginan mendapatkan kebaikan dan kebenaran dari Allah. kita menyebut tahap ini sebagai proses Cleancing kpd Allah. Allah, first, again and always. siip??

4. Lakukan cleansing terhadap diri kita dan akar persoalan munculnya masalah ini.nggak bisa kita merubah diri kita dalam ineraksi sosial hanya kepada “seseorang” yang awalnya kita sukai itu. perubahan dan kebaikan harus dirasakan dan dilakukan kepada semua orang yang memiliki hubungan sosial dengan kita. misalnya, akar persoalan kamu adalah mudah menyukai seseorang karena senyumnya, sebabnya karena sering memandang orang tersebut. nerarti, cleansing yang harus dilakukan adalah menahan dan menjaga pandangan kita agar kemudian tidak muncul “sensasi menikmati” apa yang kita pandang tersebut dan belajarlah untuk tidak mudah suka hanya karena selengkungan senyum. cuma sales dan waitress aja sering senyum kalii… INGETT yaa, proses berubah ini nggak hanya pada satu orang, tapi ke seluruh yang bukan muhrim kita menahan dan menjaga pandangan kita. bisa di fahami???

4. Ingat-ingat kembali apa-apa saja yang kamu sukai dari dirinya kemudian tarik nafas dalam-dalam dan kumpulkan emosi kamu. Lalu??? setelah itu, kamu relakan se-rela-relanya perasaan kamu itu untuk dibunag ke dalam tong sampah perasaan. ikhlaskan (murnikan), relakan karena kan cuma sebelah hati, dan berlapang dadalah dengan apapun yang terjadi di kemudian hari.

5. Hentikan aktivitas “mendekat” kepada sumber datangnya perasaan cinta itu, dan tanamkan bahwa dengan siapapun kita nanti berjodoh, dengan siapapun “si dia” itu berjodoh, percayalah bahwa hanya jodoh yang terbaik yang Allah berikan kepada kita. Siapkan kebaikan Akhlak kamu!

6. Kalau masih nggak bisa juga pilih 3 hal ini: Puasa daud rutin, atau bisa membuang rasa itu sama sekali, dan menikahlah dengan dirinya. Caranya?? Ya temui aja walinya, terus utarakan deh niat mulia kamu. gimana??? mudahkan??

Oke,, sampai sini dulu yaa bahasan kita kali ini. semoga bermanfaat yaa..

Alhamdulillah,,

@Bumi Allah. 7.III.2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s