TAHUN BARU


1 JANUARI 2014, MASEHI BARU

bismillah,,

Sebenarnya apa sih esensi (poin penting) dari sebuah perayaan tahun baru? bukankah tidak lebih dari sekedar aktivitas meniup terompet, bakar jagung, menghitung waktu saat2 pergantian tahun, menyalakan kembang api?

dalam tulisan saya ini, saya ingin memberikan sedikit dari sudut pandang saya tentang pergantian tahunbaru ini. semalam ada berbagai macam cara orang melewati sisa waktu di tahun 2013. Di media mainstream umumnya diisi dengan konser musik, pentas seni, festival dan ada juga yang mengisinya dengan tabligh akbar. Sedangkan di medsos, komunitas ODOJ serentak di seluruh Indonesia membuat hastag #IndonesiaMengaji. Aneka ragam bukan?

yah, dari berbagai hal inilah, setidaknya kita bisa membuka matahati kita bahwa tidak sedikit diantara kita yang masih menyukai kemegahan (mungkin tepatnya foya-foya) dengan dalih tradisi turun temurun, sedangkan banyak juga diluaran sana orang-orang yang tengah sibuk menebarkan berbagai kebermanfaatan dengan sangat kreatif.

Ada sebagian motivator-motivator yang kemudian memilih moderat dengan memberikan motivasinya untuk memfokuskan pada ‘mengoreksi tentang apa-apa saja hal yang belum tercapai, apa-apa saja kegagalan dimasa lalu dan lain-lain. Tetapi, Allah subhanahu wata’ala, Rabb kita yang paling mengerti tentang kebaikan untuk hamba-hambanya jauh-jauh mula sudah memberikan motivasinya kepada kita. Ringkasnya motivasi itu terhimpun dalam satu surah bernama surah Al-Ashr. hafal kan? okee, googling geh sana atau buka Al-qur’annya berikut terjemahannya supaya lebih mudah untuk dipahami. siip?

Kita tentu sudah sama-sama mempelajari dan mengerti bahwa waktu adalah perkara yang mudah sekali terbuang dengan sia-sia namun masih saja tidak sedikit juga yang khilaf alias tidak sadar bahwa dirinya telah dengan sengaja membuang waktu-aktu produktifnya.

setiap harinya misalkan, setiap pergantian siang dan malam seharusnya sudah cukup untuk mengingatkan kita bahwa setiap hari jatah waktu kita akan semakin berkurang di usia kehidupan kita. saat waktu berganti, mungkin masih banyak yang kita sia-siakan begitu saja dari waktu-waktu kita padahal diluaran sana orang sudah lebih dahulu sibuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. saat kita terlelap, mungkin tetangga kita sudah lebih dini mempersiapkan pekerjaannya untuk esok hari..

sederhananya, sebagai umat muslim yang diajarkan dengan baik tentang kedisiplinan dan bagaimana menghargai waktu, sudah sangat semestinya bagi kita untuk terlatih menjadi pribadi yang senantiasa berjaga terhadap waktu-waktu kita. akan jenuhkah kita? tentu saja tidak karena Rosulullah sudah jauh-jauh hari mengajarkan kepada kita bagaimana cara mensiasatinya.

Sehingga, seharusnya sudah patut dipertanyakan dengan seksama apabila ada pribadi muslim yang masih malas-malasan apalagi sampai menyia-nyiakan waktu produktifnya. harusnya pribadi muslim adalah pribadi pioner. yapp, menjadi pioner kebaikan untuk diri sendiri walaupun perbaikan ini selalu menghendaki kebertahapan yang konsisten agar hasil dari perbaikan itu menjadi sebuah perubahan kualitas yang signifikan kepada pribadi kita. daan, tentunya nggak harus menunggu-nunggu saat-sat pergantian masehi untuk mulai memperbaiki sesuatu. Bagaimana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s