Melupakan Allah?


Saya terhenyak setelah mendengar tausiyah Ustadz Yusuf Mansyur di wisata Hati tentang melupakan Allah. Yuppz, kita semua memang begitu dengan mudahnya melupakan Allah pertama kali. Allahu Robbi, ampunilah kami..

Bagaimana kita dengan mudahnya lupa membaca do’a ketika kita pertama kali bangun dari tidur kita. Padahal saat kita dibangunkan kembali oleh Allah itu adalah sebuah nikmat besar yang diberikan oleh Allah kepada kita. Catat yaa, nikmat pertama adalah dibangunkan. Kedua, tentu indikasi bahwa kehidupan kita berlanjut adalah bernafas. Pernah nggak nih waktu bangun tiba-tiba sulit bernafas misalnya hidung kita mampet karna pilek? Okee, mohon dicatat lagi yaa nikmat kedua kali setelah dibangunkan adalah bernafas dengan gratis. Selanjutnya, tanda nih kalau kita bangun tidur adalah melek (bagi yang bisa melihat yaa). Gimana kalau kemudian kita tiba-tiba nggak bisa melihat? Semenit aja deh, atau lima menit aja, atau satu jam aja kita nggak bisa ngelihat dunia, gimana kira-kira? Langsung teriak minta bantuan kah? Catat lagi yaa, nikmat ketiga adalah mampu melihat. Waaahh, kalau kita catat semua nikmat yang udah Allah kasih ke kita sedari kita bangun tidur Masya Allah… nggak bakalan cukup deh kita mengurai-urai nikmat Allah untuk kita. Kita sendiri yang akan malu ketika kita menghitung-hitung nikmat Allah. Nikmat menggerakkan seluruh anggota tubuh mulai dari ujung kaki ampe rambut kita (udah berapa tuh?), nikmat mendengar, nikmat tidur nyenyak yang Allah kasih, dan lain-lain. Adakah kemudian kita bersyukur saat pertama kali bangun dari tidur? Masih ingetkah dengan do’a bangun tidur yang waktu kecil dulu sering dipelajari? Allahu Akbar… ya Allah.. benarlah bahwa hanya sedikit sekali kami bersyukur kepada Engkau. Ampuni kami ya Allah..

Itu baru baca do’a bangun tidur loh. Adakah kita dengan mudah begitu terbangun langsung mengucap syukur dan melangkahkan kaki mengambil air wudhu kemudian sholat tahajjud lanjut hingga sholat shubuh, kita membaca Alqur’an, kita berdoa dan memohon ampun kepada Allah, kita berdzikir dan bertafakkur atas semua hal yang terjadi dalam hidup kita?

Saya teringat salah satu firman Allah dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat tujuh yang artinya bisa kita maknai dengan barangsiapa diantara kita bersyukur ketika mendapati nikmat Allah pada diri kita, Allah pasti akan tambah lagi nikmat untuk kita. Tapi kalau kemudian kita ingkar terhadap nikmat yang sudah Allah kasih ke kita, Allah hanya mengatakan bahwa Azab-Nya sangatlah pedih. Nah, dari ayat ini Allah pun tegas bilang, kalau kita nggak mensyukuri nikmat Allah yang udah Allah kasih ke kita, Allah nggak akan narik nikmat itu dari kita, nggak akan mengurangi nikmat itu ke kita, Allah Cuma bilang bahwa Azabnya sangatlah pedih. Artinya gimana tuh? Boleh jadi nih kalau menurut saya, akumulasi tumpukan-tumpukan keingkaran kita terhadap nikmat Allah itulah yang membuat azab itu semakin pedih dan pedih lagi. Allah marah karna kita nggak bersyukur? Nggak deh, Allah nggak marah, Allah nggak akan berkurang kebesaran dan kekuasaannnya hanya karena kita ingkar kepada Allah. Allah Cuma nggak akan peduli dengan kita kalau semakin hari kita semakin lupa kepada Allah. Ketidakpedulian Allah ke kita bisa berakibat pada keringnya hati kita untuk merasakan bahwa nikmat itu benar-benar sebuah karunia besar bagi kita. Acuhnya Allah ke kita membuat hati kita hampa, kosong, kering dan salah-salah bisa sombong. Kalau udah dicuekin ama Allah, alamat dah kita akan sulit mendapatkan petunjuk tentang kebaikan dan kebenaran di hati kita.

Nah, kalau kita rajin bersyukur apabila mendapati nikmat Allah pada diri kita maka benarlah bahwa Allah akan tambah lagi dengan nikmat-nikmatnya yang lain. Kalau kita bersyukur maka hati kita menjadi lapang, perasaan pokoknya bahagia, kita bisa tersenyum dan otot-otot wajah kita akan bereaksi dan kerut-kerut karena penuaan dini pun memudar. Allah… belum lagi yang lain-lain ini. Benar-benar Allah akan tambahkan nikmat kepada kita.

Hm.. sekarang marilah kita semua kembali merenungi diri kita yuk, tentang seberapa syukurkah kita sebagai hamba Allah. Apakah kita termasuk golongan orang-orang yang mudah melupakan Allah? Na’udzubillah..

“Ambillah ilmu dan Hikmah dimana pun engkau melangkahkan kaki, dengan siapapun engkau berinteraksi, walaupun dengan kondisi yang seperti apapun. Semua Indera yang kita  punya adalah sarana untuk meraih ilmu dan Hikmah. Biarkanlah pikiranmu berpikir dengan merdeka karena kemerdekaan adalah nikmat Allah yang sering terlupa. Dimana adanya kita, jadikanlah itu sebagai sebuah langkah untuk memberi warna perubahan untuk kebaikan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s