Angsana di Bulan November


****

Gerimis turun pagi ini. Awan hitam pekat berserak di langit Indralaya. Semilir angin pagi berhembur membawa butir-butir air dari udara. Dingin merebak pagi. Beberapa manusia di Asrama PGSD masih terlena dalam mimpi paginya, namun ada pula yang tengah mematut diri di cermin sambil sesekali menatap suasana pagi dari balik jendela. Seorang gadis dengan kaus polkadot warna biru lembut dengan cardigan biru cerah, celana jeans warna yang senada, rambut hitam lurus sepinggang. Sejurus kemudian, gadis itu meraih Blackberry yang tergeletak di dipan tak jauh dari tempat ia bercermin lalu duduk dengan menekuk kaki sebelah kanannya. Lama ia menunduk menatap layar ponsel, rambut hitamnya tergerak menutupi separuh wajah. Dahinya berkerut dan wajahnya serius.

Satu2nya agama yang meletakkan #wanita pada derajat yang tinggi hanyalah islam.

Sayangnya, banyak #wanita muslim yang enggan memperdalam agamanya.

“Ih, pagi-pagi lah ceramah.” Ia bergumam. Jari-jarinya dengan cepat berpindah fitur, lagi-lagi dahinya berkerut.

“Hah? Seius nih? Dari 37.901 akun, cuman sikok yang dak followback aku? Hm, Nuri Nov-ri-an-syah. Unsri? A-E-T 2010?” ia merenung sebentar dan menghela nafas perlahan.

Telunjuknya menyibakkan rambut ke telinga lalu ia pun melirik jam tangan dan menatap ke arah jendela. Gerimis telah reda namun hawa dingin masih menusuk pori-pori kulit. Gadis itu beranjak, meraih tas dan sepatu hitam. Ia bergegas turun dan berangkat menuju kampus.

****

“Assalamualaikum. Semangat pagi rekan-rekan mahasiswa Agribisnis. Praktikum kita hari ini tentang Herbarium. Jadi, kita akan mempelajari apa itu herbarium dan bagaimana cara membuatnya. Herbarium, istilah yang umum dikenal adalah awetan tanaman. Sampai disini, ada yang mau bertanya?”

Suasana Praktikum Botani di Laboratorium Ekologi yang awalnya hening mendadak riuh. Ada yang bertanya, beberapa sibuk dengan gumaman masing-masing, ada juga yang hanya menatap kosong, lurus kepada asisten praktikumnya sambil menopang dagu dengan kedua telapak tangan.

“Qila, jangan ngelamun! Ngeliati siapo sih?” Tanya seorang teman disampingnya.

“Nid, kenal dengan kak Aan dak?  Kak Aan dari AET itu?”

“Tau, ngapo emangnyo?”

“Kakak itu good looking banget kan? Rasonyo tuh, ketimbang mbuat herbarium dari tanaman mendingan jugo mbuat herbarium kak Aan.”

“Qila, ngefans banget yo dengan kak Aan. Baru tau aku.”

“Banget, Nida..”

“Serius?”

“Sepuluh rius..”

“Demi apo?”

“Demi kak Aan..”

Annida hanya menggelengkan kepala, kemudian ia menyikut Qila dan member kertas A4. Gara-gara asyik ngobrol, mereka tidak menyadari saat asisten sudah mulai memberikan soal response praktikum.

****

Adzan zuhur telah dikumandangkan dari Mushola Ulil Albab. Beberapa mahasiswa masih sibuk di kantin, banyak pula yang sudah duduk rapi mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh anggota BWPI. Tak lama kemudian jamaah berdiri dan menunaikan sholat.

“Qila, Assalamu’alaikum. Afwan ya..” Seorang jamaah wanita menyalami Qila usai sholat, keduanya saling tersenyum.

“Wa’alaikumsalam. Sama-sama,Mbak Sita. Oh,ya Mbak. Qila mau ikut mentoring lanjutan.”

“Allahu akbar, bukannya waktu Mbak tawarin tempo hari Qila nggak mau?”

“Iya,Mbak. Sekarang Qila bener-bener serius mau mendalami agama islam.”

“Alhamdulillah. Nanti Mbak sampaikan ke Mbak Danti ya, kan Densus 99 yang mengurusi mentoring ini. Insya Allah secepatnya dikabari.”

“Makasih,Mbak”

Rona wajah Qila berseri bahagia. Terngiang tausiyah dari “kakak BWPI” tadi…

Manfaatkanlah masa muda sebelum dating masa tuamu, masa lapang sebelum masa sempitmu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya.

“Ya Allah, saksikanlah bahwa Qila sedang menjemput Hidayah-Mu.”doa Qila dalam hati.

Gadis itu beranjak dari mushola hendak ke ruang kuliah. Baru beberapa langkah ia terhenti dan menatap lurus kepada seseorang yang tersenyum melewatinya menuju terminal unsri.

“Ya Allah, ciptaan-Mu benar-benar mengagumkan. Benar-benar nuansa bening” gumamnya lirih.

“Ngelamun lagi!” Qila terkejut dan mendapati Annida yang tersenyum karena berhasil membuyarkan konsentrasinya.

“Ganggu Ah! Ancur naa slow motion kak Aan tadi.” Qila Cemberut.

“Nah, kak Aan lah jauh masih bae tecogok disini. Freze Mob? Hehe”

Qila tersenyum dan menarik tangan Annida menuju RKC 1101.

****

Usai kuliah, Qila dan Annida duduk di DPR depan dekanat.

“Nid, pagi tadi mood aku jelek.”

“Tumben, Putri Bunga Nusantara 2013 biso bad mood. Ngapo? Dak jadi apo ke Paris?”

“Jadi dong, itukan Hadiah tahun baru kagek. Dak mungkin batal.”

“Oh, terus ngapo?”

“Pagi tadi aku ngecek twitter, ado sikok akun yang sombong banget sampe sekarang dak followback aku. Pengen unfollow sih, tapi isi twittnyo bagus-bagus jadi sayang.”

“Wow, putri bunga tecugak nih? Siapo orangnyo?

“Nuri Novriansyah, anak unsri angkatan 2010 prodi AET.  Nid? Nida!”

“Ssstt, liat tuh yang lagi ngobrol dengan pak dekan.”

Mano?”

“Itu, arah jam10.”

“Nida, good looking banget kan?”

“Demi apo?”

“Demi kak Aan.”

Annida menepuk-nepuk bahu Qila sambil tertawa. Qila menatap bingung temannya.

“Qila, Qila. Barusan bae dirimu bilang pagi tadi bad mood gara-gara Nuri Novriansyah.”

“Terus? Apa kaitannya dengan kak Aan,Nida sayang?”

“Be-ge-te !! Kak Aan itu mahasiswa UNSRI angkatan 2010 prodi A-E-T dengan nama lengkap Nuri Novriansyah. Titik!”

“Serius? Demi apo?

“Demi kak Aan..”

“Pantes aja isi twittnya seperti pagi tadi” batin Qila.

Qila diam,pasrah dan menunduk. Terbayang satu lagi twit dengan hastag #wanita di akun itu.

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah #wanita sholehah

****

Langit sore sangat bersahabat. Pohon Angsana yang hijau asri tengah rimbun. Beberapa Angsana di pinggir jalan Fakultas Pertanian UNSRI telah berbunga. Bulan ini memang sedang musimny Angsana berbunga. Warnanya kuning cerah, kecil-kecil dan beraroma lembut khas pohon Angsana.

Qila pulang dengan berjalan kaki, beriringan dengan Sita. Mereka melewati terminal dan tengah menuju Fakultas Ekonomi. Lama hening dan tidak ada perbincangan apapun.

“Mbak, kenal dengan kak Nuri Novriansyah?”

“Iya, adik tingkat tapi beda peminatan. Aan HPT sedangkan Mbak minat Agronomi. Kenapa,dek?”

“Qila kagum aja dengan kak Aan. Dia good looking banget dengan tampilannya yang tinggi, putih, baik, ramah sekaligus cerdas. Tapi sebenarnya bukan itu yang membuat Qila kagum.”

“Oh,begitu. Wajar sih kagum dengan seseorang. Qila juga pasti banyak yang mengagumi. Ya asalkan kagum itu nggak berlebihan. Apa yang adek kagumi dari kak Aan?”

“Waktu beliau jadi juri pemilihan King and Queen pertanian kemarin Cuma pertanyaan kak Aan yang membuat Qila harus termenung dan berfikir keras tentang jawabannya.”

“Dia Tanya apa,dek?”

“Sederhana,Mbak. Beliau cuma menanyakan,”Apa yang membuat saudari bangga mengikuti pemilihan Queen ini. Jia saudari terpilih, seberapa besar kebanggaan mu menjadi Queen pertanian bila dibandingkan dengan menjadi wanita muslim yang sholehah?” hanya itu Mbak.”

“Iya, Mbak bisa mengerti. Mudah-mudahan jawabannya bisa sedikit adek pahami dari mentoring. Sudah  dapat materi Makrifatullah dan Makrifaturrosul kan?”

Iya, sudah. Qila mau komprehensif makanya mau ikut mentoring lanjutan.”

Subhanallah, ngomong-ngomong udah tau kan kalau minggu lalu ada walimahan kak Aan?”

“Eh, serius Mbak? Demi apa?

“Serius, demi Allah. Sabar dan tetep semangat. Rosulullah 1000x lebih keren kok dibandingkan dengan manusia paling keren sedunia.”

“Demi apa,Mbak?”

“Demi janji Allah,dek. Buka saja Al-Qur’an surat Al-A’rof ayat 43 dan pahami artinya.”

Qila mengusap kepalanya, meraih sesuatu yang jatuh dengan lembut di rambutnya. Ia memandangi benda kecil berwarna kuning cerah di telapak tangannya. Bunga Angsana. Angin semilir berhembur menjatuhkan beberapa kelopak Angsana. Semerbak harum khas Angsana.

“ Angsana sangat cantik, cerah, dan aromanya lembut. Kecantikannya adalah pesona keanggunan dalam balutan dedaunan rimbun nan hijau.seperti wanita sholehah” Ia menggumam lirih.

*** END ***

Angsana di Bulan November (authored by Umi Qonaah). This is short story, an fiction.  Dedicated for Ikkiha Khoirunnisa and Aisyah Nurhasanah, room

mates of me, Umi Qonaah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s