Alasan mengapa saya pernah memilih untuk stop out kuliah


Catatan kali ini berkisah tentang alasan mengapa saya pernah memilih untuk stop out kuliah di semester tujuh.Catatan ini saya buat sebagai deraan atas beberapa pertanyaan yang menyudutkan saya (menurut saya sih). Yang paling telak dan menyakitkan adalah ketika ada yang berstatmen bahwa apa yang saya putuskan ini dengan tidak memikirkan lagi, langsung aja gitu milih stop out. Saya tahu, saya terburu-buru memutuskan dan catatan ini bukanlah pleidoi saya. Sama sekali bukan!
Catatan ini adalah sisi lain tentang alasan saya. Mau tahu? Alasannya adalah karena kekeringan ruhiyah. Yap, saya merasa kekeringan ruhiyah setelah apa yang terjadi secara beruntun terhadap saya. Mulai dari penolakan dari beberapa kader-kader kampus, penolakan dari ruhiyah pribadi penolakan dari keluarga, penolakan dari nilai-nilai akademik dan carut marutnya suasana pekanan ruhiyah saya. Penolakan, kata yang pantas untuk mewakili betapa terhentinya akal sehat saya untuk mengatakan bahwa itu hanyalah masalah kecil dari ujian kedewasaan. Cara pandang saya mungkin sempit dan saya memang mudah terbawa emosi. Saya mengakui hal itu.
Namun, siapakah yang tidak menginginkan diterima dengan baik dilingkungan aktivis kampus? Siapakah yang tidak menginginkan mendapatkan redho dan restu dari keluarga selama di kampus? Siapakah yang tidak ingin pekanan ruhiyahnya sehat? Siapakah yang tidak menginginkan hal itu? Saya yang satu-satunya menginginkannya!
Jauh-jauh hari saya telah menyebut diri ini mati pergerakan di usia muda, karena itu saya memerlukan waktu untuk merenungi spriritual saya, untuk membangun kembali pondasi aqidah saya. Saya tahu, keadaannya tidak berubah menjadi lebih baik ketika saya kembali ke kampus, yang ada malah semakin ruwet. Tapi saya kuat menjalani itu semua sebab ada motivasi ruhiyah disini, di dalam raga ini. Saya tidak perduli tentang celotehan yang mengatakan bahwa saya berubah, ya saya katakan bahwa saya berubah. Tidak lagi meledak-ledak emosinya, tidak lagi cengengesan, tidak lagi membuang-buang waktu dengan banyak hal-hal yang kurang manfaatnya, tidak lagi memakai topeng kepribadian orang lain. Saya belajar untuk mengantengkan ruhiyah saya, menyibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat, dengan focus menghafal alqur’an dan menjaga hafalan yang ada. Jika pun saya berubah, adakah kemudian saya berubah lebih terpuruk?
Saya menyadari kesalahan tak termaafkan bagi saya karena meninggalkan beberapa amanah di komisariat Al-quds dan beberapa amanah lain termasuk amanah untuk kuliah. Dengan saya stop out lah saya tahu kepada siapa saya harus memilih karib, saya tau bagaimana mengelola emosi saya, saya tau apa tujuan saya ketika memutuskan kuliah kembali, saya menemukan motivasi yang sempat hilang, yupp banyak hal yang saya dapatkan dari pilihan ini. Semua hanya saya peroleh ketika saya stop out, yaa saya mendapatkan pelajaran ruhiyah yang sangat berharga.
Pilihan saya mungkin akan sulit di mengerti dan dipahami oleh orang lain. Jika di kemudian hari, masih juga ada yang mengatakan bahwa ketika saya memutuskan untuk stop out waktu itu benar-benar tanpa berfikir lagi, maka saya berlepas diri dan menyerahkan masalah ini kepada Allah. Karena yang sebenar-benar tahu tentang rahasia saya secara utuh hanyalah Allah.
Saya juga tidak menilai orang-orang yang menanyakan ini telah membuat saya marah, akan tetapi saya hanya kecewa karena ternyata hal itulah yang kemudian oranglain pahami dari saya, bahkan dari orang-orang yang merasa dekat dengan saya.
Untuk beberapa hal, harus saya katakan bahwa apa yang selayaknya kita inginkan maka kita penting untuk menunjukkan seberapa kuatnya keinginan kita akan hal itu lalu the end nya maka biarkan Allah yang menunjukkan kebaikkan-Nya pada hasil akhir dari keinginan kita. Tugas kita mengusahakannya, tugas kita mendoa kepada-Nya, tugas kita mengikhtiarkannya, tugas kita juga pasrah dan yakin dengan ketentuan-Nya. Begitu juga tentang apa yang saya pilih ini.
Semoga ada manfaatya. Alhamdulillah

Bumi Allah,
Umi Qonaah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s