Perlukan Kita Memanajemen Ramadhan Kita?


Sahabat umiqo yang baik hati, masih inget nggak dengan zaman kita SD, SMP dan SMA dulu? Itu looh, adakan sahabat mendapatkan buku yang judul depannya gede-gede ditulis “AGENDA BULAN RAMADAN”, ada kan? Yang isinya tentang tarawih, puasa, kultum, kuliah subuh dan lain-lain selama bulan rhomadhon itu? Naah, iya itu.. betul banget.. biasanya memang dari guru agama tuh yang ngasih tugas itu, nanti bakda lebaran dikumpul lagi untuk dinilai. Coba inget-inget lagi sob, ada yang lucu nggak? Ada yang njiplak nggak? Ada yang bohong nggak ngisinya?
Ah, umiqo jadi inget kapan pertama kali ngeliat buku agenda rhomadhon itu. Kalau nggak salah sih saya masih kelas tiga SD, naah kebetulan kakak perempuan saya udah SMU (dulu SMU sob, belom SMA). Tertarik banget tau nggak sih ngeliat buku mungil itu? Keren aja gitu.. hehe.
Pertanyaan umiqo nih buat sahabat, sekarang kalo’ rhomadhon tiba sahabat masih nggak nih nerapin hal yang sama dengan zaman doeloe itu? Masih nyentang hari kapan kita puasa, kapan kita sholat tarawih, nyatet batas tadarrus Qur’an kita plus tanda tangan dari pemimpin tadarrusan, nyatet siapa imam, siapa ma’asyirol siapa muadzin? Masih nggak? Tentu nggak lagi semuanya kita catet dan kita centang-centang yah? Terus, selama ramadhan sahabat gimana? Lewat-lewat aja hari-hari ramadhan atau gimana nih? Mudah-mudahan masih termanajemen dengan baik ya?
Umiqo sendiri gimana?
Kalau umiqo mungkin nggak lagi sih nyentang-nyentang, tapi insya Allah masih di manajemen kok Rhomadhonnya. Biasanya persiapan manajemen udah umiqo lakuin dua bulan jelang rhomadhon. Jadi gini nih alur-alurnya: pertama, memasuki bulan rajab insya Allah kita isi dengan muhasabah tahunan. Gimana aktivitas kita beberapa bulan yang lalu, gimana harapan kita di rhomadhon tahun lalu, dan beberapa poin targetan yang akan dilakukan pada bulan Sya’ban. Ngecek lagi kira-kira hutang-hutang puasa Rhomadhon udah lunas belum? Dan lain-lain yang intinya ngecek lagi kondisi ruhiyah. Kedua, memasuki bulan Sya’ban maka insya Allah diisi dengan aktivitas yang lebih mengarah kepada penguatan ruhiyah dan pengkondisian jasmani. Misalnya dengan memperbanyak shaum sunnah, ngecek kesehatan setahun terakhir (kalau punya dana cukup yaa ke dokter yaa), riwayat-riwayat sakit yang lumayan mengkhawatirkan seperti maag dan lain-lainnya, membuat target rhomadhon dan membuat daftar beberapa nama yang akan dido’akan pada bulan rhomadhon. Ribet nggak kira-kira? Nggak lah yaa? Ini semua Insya Allah akan memudahkan kita dalam menjalani bulan Rhomadhon supaya lebih bermakna.
Oh ya, tadi umiqo nyebut-nyebut tentang membuat daftar target dan daftar beberapa nama yang akan dido’akan pada bulan rhomadhon. Emang ada dalilnya Qo? Mm, coba simak hadist ini yaa..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan]. An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.” (sumber ini diambil dari Keutamaan Bulan Ramadhan — Muslim.Or.Id‘)

Terus, umiqo  mencoba tadabbur Qs. As-shoff ayat 4.

“ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
Sama Qs. Al Ashr

الۡعَصۡرِۙ‏ ﴿103:1﴾ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ‏ ﴿103:2﴾ اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ

ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ‏ ﴿103:3
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Jadi, pada intinya supaya lebih terorganisir dan tidak menjadi salah-satu dari golongan orang-orang yang merugi. Terus targetnya harus yang gimana Qo supaya lebih bermakna gitu rhomadhonnya? Simple sih, buat aja targetan yang logis, mudah dilaksanakan dan tidak memberatkan kita pas mau merealisasikan secara istiqomah. Tujuannya? Supaya lebih mudah mengevaluasi aja pas malem takbiran idul fitri.
Nah, terkait membuat daftar nama-nama yang akan di do’akan sebenarnya lebih kepada bagaimana mengisi hari-hari penuh berkah pada bulan rhomadhon. Kalau genap kan Rhomadhon ada 30 hari, kalau ganjil ada 29 hari tuh? Sayang banget gitu kalau hari-hari berkah sebanyak itu dilewatin gitu aja. Ulama membagi bulan rhomadhon itu dibagi dalam tiga bagian. Sepuluh hari pertama itu Rahmat, sepuluh hari kedua itu Ampunan Allah, dan 10 hari terakhir dibebaskan dari Api neraka.
Nah, berangkat dari hal ini maka kita bisa mengisinya minimal dengan menuliskan 10 orang yang akan kita doakan, termasuk didalam sepuluh itu adalah diri kita. Jadi kalau puasa rhomadhonnya 30 hari maka tiap-tiap nama memiliki kesempatan untuk dido’akan selama tiga kali. Umiqo juga gitu sih selama rhomadhon beberapa waktu, enak aja gitu bisa mendo’akan orang lain secara khusus. Ada kesenangan tersendiri manakala kita menyaksikan satu persatu dari do’a yang kita ucapkan itu dikabulkan oleh Allah pada orang-orang yang kita do’akan tersebut. Selain itu, yang umiqo rasakan ketika mendo’akan orang dengan tulus insya Allah kita akan mudah nyambung dalam berkomunikasi dengan ybs, kalaupun orang yang di do’akan adalah objek dakwah kita maka mudah aja gitu kalau kita mau berdakwah, deket lah dari sisi emosional dan terikat secara ruhiyah.
Keuntungan lain ada nggak? Insya Allah ada kok. Setiap do’a yang kita ucapkan untuk orang lain, insya Allah ada malaikat yang mengaminkannya juga untuk kita. Dari sini kita istilahnya kecipratan berkah dari doa kita sendiri. Yang tidak boleh kita lupakan adalah boleh jadi keberadaan kita kita ini di dalam naungan keberkahan islam dan cahaya keimanan serta insya Allah diteguhkan dalam ketaqwaan juga merupakan bukti dari terkabulnya do’a-do’a orang lain kepada kita. Asyikkan kalau saling doa mendo’akan? Oh iya, gimana nih sob? Udah pada punya target kan buat rhamadhon bulan depan? Boleh dong share ke umiqo..

Iklan

One thought on “Perlukan Kita Memanajemen Ramadhan Kita?

  1. Ping-balik: Fenomena Jelang Bulan Ramadhan | UMI QONA'AH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s