Fenomena Jelang Bulan Ramadhan


Pembahasan kita kali ini, sebenarnya terinspirasi dari salah satu program Khazanah yang biasa tayang di Trans7 tiap jam 05.30 WIB beberapa pekan yang lalu. Emang apa sih yang dibahas Qo? Mm, yang dibahas adalah tentang fenomena yang belakangan kerap muncul di hari-hari terakhir bulan Sya’ban dan jelang puasa Rhomadhon.
Seperti apa nih contohnya Qo? Oke, biar nggak ribet kita contohin satu message yang dikirim oleh salah seorang sahabat saya malam tadi. Gini nih bunyi sms nya:
Assalamu’alaikum… Sekarang sudah masuk sya’ban dan malam nisfu sya’ban 23 Juni, malam senin (tutupnya buku amalan). Sebelum terlambat ana mohon maaf jika ada salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja 🙂 karna nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassallam bersabda: barangsiapa mengingatkan kedatangan bulan ini, haram api neraka baginya. Aamiiin yaa Robb..
Atau mungkin sms berisi sastra khas Indonesia yang kayak gini, umumnya dikirim beberapa hari jelang bulan ramadhan atau di awal-awal ramadhan:
pergi kepasar beli semangka, jangan lupa beli rambutan. Eeh nggak terasa ya udah masuk bulan rhamadhan. Nasi ketan, enaknya dicampur ame ikan asin. Berhubung udah masuk ramadhan, aye sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin

Pernah dapet kan? Hehehe… ampe nggak muat-muat yaa inbox pesan kita. Oke, balik lagi ke topik awal kita yaa.. terkait dengan fenomena ini maka yang pertama kali harus kita lakukan adalah ngecek balik kalau ada yang menyertakan dalil, apalagi yang berasal dari hadist. Sebab, hadist itu ada tingkatannya. Untuk pesan yang pertama bisa kita telusuri bahwa tidak ada redaksi hadist yang mengatakan bahwa kalau kita mengingatkan tentang kedatangan bulan ini (sya’ban) maka haram api neraka baginya. Logikanya saja yaa, mudah banget gitu kita terbebas dari api neraka hanya dengan mengingatkan tentang kedatangan bulan sya’ban tanpa adanya konsekuensi logis yang harus kita lakukan supaya benar-benar terbebas dari api neraka. Kalau temen-temen mau mencari referensi terkait bulan sya’ban bisa googling dengan kata kunci keutamaan bulan sya’ban.
Kalau dikritisi lagi redaksi sms nya, terus terang saya senyum-senyum sendiri. Beberapakali saya tela’ah isi sms itu dan saya baru menyadari satu hal: disana ada kehati-hatian pengirimnya pada saat mengirimkan pesan. Dengan mengabaikan siapa nama yang mengirimnya maka kita bisa tahu bahwa yang mengirimkannya setidaknya adalah orang yang memiliki kecerdasan untuk mencerna isi sebuah sms. Mungkin awalnya dari sms forwad-an dari temen-temennya kali yaa..
Dari mana bisa tahu Qo? Iya dong, tahu.. karena udah hampir tiap tahun dapat sms yang redaksinya hampir sama tapi nggak persis. Artinya sudah ada editing pesan. kita bedah langsung yaa..
Assalamu’alaikum… Sekarang sudah masuk sya’ban [ini bener, memang udah masuk bulan sya’ban] dan malam nisfu sya’ban 23 Juni[ini juga insya Allah benar, nisfu kan artinya pertengahan berarti tanggal 15 bulan sya’ban], malam senin (tutupnya buku amalan [nah,kalau yang ini masih ragu-ragu soalnya belum ketemu waktu nyari hadist yang berkaitan, mungkin teman-teman bisa mencarinya dengan kata kunci puasa senin kamis]). Sebelum terlambat ana mohon maaf jika ada salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja 🙂 [nah, yang ini juga masih bisa dibenarkan maksudnya, karena sebisa mungkin kita harus rajin cek kesalahan-kesalahan kita terutama kepada manusia untuk menyegerakan minta maaf, kan kita nggak pernah tahu sampai kapan usia kita? Benerkan..] karna nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassallam bersabda: barangsiapa mengingatkan kedatangan bulan ini, haram api neraka baginya. Aamiiin yaa Robb [nah, redaksi yang terakhir ini yang sebenarnya kurang relevan dengan is isms, apakah yang dimaksud itu bulan sya’ban atau seperti apa? Pas googling belum ketemu juga hadist yang berkaitan dengan ini. Mungkin ada yang mengambil maksudnya dari hadist riwayat ibnu majah no.1338 atau no.1390 yang sanadnya dari usamah bin zaid r.a, akan tetapi hadist ini lemah]..”).
Lanjut ke sms yang kedua, ada yang salah nggak? Nggak ada yaa kalau dari redaksi sms. Akan tetapi mungkin yang dipertanyakan oleh orang-orang gini, ada nggak sih dalilnya yang menganjurkan untuk maaf-maafan ketika meninggalkan bulan sya’ban dan memasuki bulan rhamadhan? Jawabannya Qo?? Mm, dari konsultasi online terkait hadist nggak ada yang kuat. Semuanya lemah hadistnya. Akan tetapi, pada masa rosulullah itu ada semacam kebiasaan menyambut datangnya bulan rhomadon dengan berkumpul di masjid untuk mendengarkan khutbah rosulullah tentang menyambut ramadhan. Tentunya ini dilakukan diakhir bulan sya’ban. Apa aja isi khutbah rosulullah? Yang paling mashur sih ini isi khutbahnya (berhubung panjang, umiqo beri penggalannya aja yaa):
“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.”(Sumber: dakwatuna.com/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan)
Nah, di momen tarhib ramadhan ini, selain mendengarkan khutbah rosulullah tentu mereka belajar ilmu seputar keutamaan-keutamaan bulan ramadhan, amalan-amalan utama dan lain-lain, selain itu juga karena ketika mendengar khutbah rosulullah tentu mereka akan berkumpul. Nah, kumpul-kumpul seperti ini para sahabat rosulullah juga memanfaatkannya untuk saling meminta maaf kepada saudara semuslim, anak kepada orang tua, kepada kaum kerabat, dst. Mereka benar-benar berkeinginan supaya ketika masuk dibulan romadhon benar-benar dalam keadaan yang tanpa dibayangi oleh beban dosa kepada manusia. Kepada Allah gimana? Tentu para sahabat lebih memperbanyak lagi ibadah dalam rangka mencari maghfiroh (ampunan Allah), bertaubat, dll. Naah, boleh jadi di zaman sekarang orang ingin menghidupkan masa-masa itu, mengenang kehangatan tarhib ramadhan pada masa rosulullah. Akan tetapi, media yang digunakan memang IT-based ya, lewat sms, inbox fb, BBM, dll. Udah jarang yang kemudian menyengaja silaturahim langsung kepada orang yang ingin kita meminta maaf kepadanya.
Jadi, ada sisi yang kurang afdhol sih kalau Cuma lewat sms atau pesan lainnya. Kalau lewat telfon ada nggak Qo? Oh, ada koq. Terus, emang nggak boleh yaa menggunakan alat komunikasi untuk memudahkan silaturahim dan meminta maaf gitu? Tentu boleh yaa, akan tetapi kita juga harus pandai lah yaa dalam menempatkan segala sesuatunya menurut ukuran dan kepatutannya. Kalau kemudian dengan kita mendatangi secara langsung itu lebih mudah, lebih afdhol, lebih mempererat dan memang kondisi memungkinkan untuk kita mengunjungi, maka sebaiknya kita silaturahim langsung dong. Sama orangtua kita yang kita tinggal serumah masa iya sih kita minta maaf nya pakai sms? Nggak lucu ah,, sama tetangga yang jaraknya-maaf- Cuma lima langkah aja masa iya harus sms? 
Nah, setelah panjang lebar kita membahas fenomena ini sob, ada yang masih mengganjal nggak nih? Atau masih ada kerancuan dari pembahasan yang udah umiqo paparkan? Nggak perlu ragu, sampaikan saja apa yang masih mengganjal hati dan yang masih perlu kita bahas. Mudah-mudahan dengan kita membahas seperti ini, jalan kita untuk menambah ilmu semakin terbuka luas dan Allah berkenan member petunjuk kepada kita untuk senantiasa membimbing kita dengan kebenaran dan hidayahnya. Allahumma Aamiin.. oh ya, untuk pembahasan tentang gimana memanajemen ramadhan sudah kita bahas ya di pembahasan tentang: https://umiqonaah1991.wordpress.com/2013/06/24/perlukan-kita-memanajemen-ramadhan-kita/ tafadhol di klik lagi aja kalau belum jelas..
sampai ketemu di pembahasan selanjutnya yaa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s