Jika Aku Tak Berada Disini,[Mungkin] Aku sudah Mati!


Kampus, begitu dekat dengan aktivitas yang beragam. Diantara keragaman aktivitas itu, ada yang terorganisasi  secara apik dalam wadah yang bernama organisasi mahasiswa. Saya ingin bertanya, berapa organisasi yang kita ikuti saat ini? Menurut kamu,apa sih untungnya ikut organisasi?

Menuturkan keuntungan mengikuti organisasi mahasiswa tentu sangat sulit jika parameter yang digunakan adalah keuntungan secara materi. Benar?  Ada sebuah penuturan yang menarik pada sebuah agenda organisasi, disela-sela rujak party khas mahasiswa  tiba-tiba seseorang menuturkan kisahnya kepada kami yang kebetulan hadir dalam agenda tersebut.

“Aku bangga memiliki kalian semua..” terus terang saja kami yang tengah asyik mencomot potongan demi potongan buah menjadi terhenti, suasana hening sejenak. Saya menatap sangat antusias pada penutur kisah.

“Satu-satunya perkataan yang tak pernah bosan kuucapkan adalah Aku bangga memiliki kalian semua. Meskipun sampai saat ini Aku masih belum bisa membuat kalian bangga dengan memiliki diriku.”

Dia (sang penutur kisah,red) tampak berkaca-kaca, wajahnya memerah menahan tumpahan tangis airmatanya. Kita semua pasti akan bertanya “Apa yang membuat Dia bangga?” dan ini adalah kisahnya.

“Saya ikut organisasi ini karena ajakan sahabat saya. Berulangkali Dia datang ke rumah saya, mengajak saya untuk ikut organisasi ini. Satu kali, dua kali,tiga kali, saya tetap acuh dengan ajakan Dia. Lama-lama saya penasaran dengan organisasi yang ‘ditawarkan’ oleh sahabat saya, Saya terpaksa mengikuti ajakannya karena tak tega melihat kegigihan sahabat saya itu. Maka untuk pertama kalinya saya mengikuti  ajakan Dia. Sampai di lokasi acara Saya tidak benar-benar ikut, Saya kabur dari tempat acara dengan naik ojek.”

Sampai kisah ini kami semua tertawa, tiba-tiba pikiranku melayang pada pertanyaan “siapa sahabatnya itu?

“Rupanya, sahabat saya ini tidak kapok untuk mengajak saya gabung dengan organisasi ini. Lagi-lagi, dengan terpaksa saya ikuti ajakan Dia. Kali ini saya tidak kabur, saya memilih D3 alias Datang-Duduk-Diam. Belum hilang rasa keterpaksaan saya ini, tiba-tiba nama saya dicatut sebagai anggota divisi keputrian. Terus terang saya marah besar! Kemarahan saya ini terutama sekali saya tujukan kepada Kepala Divisi Keputrian, Saya selalu memasang wajah cemberut kepada Beliau.”

Dia mengusap airmata yang mengalir, sambil terisak Dia pun melanjutkan lagi kisahnya dan kami semakin asyik melahap rujak.

“Entah mengapa, Saya kemudian seperti menemukan pribadi Saya yang sempat kehilangan identitas. Sedikit demi sedikit Saya merasakan perubahan yang cukup berarti pada diri Saya meskipun perubahan itu kecil. Perubahan signifikan ini  membuat jiwa saya ingin untuk terus – menerus berbenah, Saya sadar bahwa saya tidak memiliki apapun untuk bisa diberikan sebagai imbalan terhadap kebaikan yang Saya peroleh ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk selalu bisa ikut dalam agenda-agenda organisasi ini. Ngerti nggak ngerti yang penting saya harus datang dulu, itu prinsip Saya!”

Satu,Dua.. mulailah ada yang menangis mendengar kisah itu. Saya pribadi tentu memiliki kisah yang berbeda, begitu juga dengan kalian semua. Memang tidak semua kisah kita menarik untuk kita ceritakan, biarlah kisah kita menjadi sejarah penting tersendiri dalam memori kita. Mari kita dengarkan lagi akhir dari kisah yang dituturkan tersebut.

“Pernah dalam sebuah sambutan, seorang dosen  menyinggung salah seorang AlAkh kita. Dosen itu mengatakan bahwa kalau saja Al-Akh tersebut tidak menjadi anggota organisasi ini, mungkin Al-Akh itu sudah jadi Banci. Lantas bagaimana dengan saya? Jujur saya katakan, jika saya tidak ada disini (organisasi,red) mungkin Saya sudah Mati! Sungguh!”

Dan runtuhlah sudah pertahanan airmatanya, Saya merinding karena tersentuh dengan penuturan ini. Saya tidak tahu mengapa penutur kisah bisa mengungkapkan statement seperti itu. Sepanjang kisah perkenalan saya dengan penutur, Saya hanya mengenal Dia dalam kebaikan. Dia yang tilawahnya selalu diatas rata-rata tilawah kami, Dia yang setiap pekan selalu mengajak orang baru untuk bergabung di organisasi ini, Dia yang selalu menanyakan bagaimana keadaan saudara yang ‘dititipkan’ kepada saya.

Dari kisah ini saya belajar dua hal: pertama, Sahabat yang mengajak. Selidik punya selidik, ternyata sahabat yang mengajak itu sangat pendiam, halus tutur bahasanya meskipun keturunan asli Sumatera. Saya kalah selangkah dalam hal kegigihan ‘mengajak’ orang lain. Saya terkadang masih cenderung kepada alibi “Aku sudah ngajak,tapi Dia aja yang nggak mau”. Sungguh, dalam satu ayat Al-qur’an yang dibaca maka pahala yang sama akan mengalir kepada sahabat yang mengajaknya kepada kebaikan, begitu juga amal-amal kebaikan lainnya.

Kedua, kemauan dari diri untuk memaksakan diri sendiri kepada kebaikan. Teringat perkataan seorang ulama,  Abdullah bin Mubarrok mengatakan bahwa dahulu itu para salafusshalih mengikuti kebaikan dengan mudah begitu saja, tapi jiwa-jiwa kita saat ini mengikuti kebaikan karena terpaksa. Maka, memang sudah selayaknyalah bagi kita untuk terus memaksa diri kita kepada kebaikan itu sendiri.

Oke, kita tinggalkan slow motion dari kisah tersebut. Kembali pada pertanyaan awal Saya, Apa sih untungnya ikut organisasi buat kamu? Masih bingung?

“Wajah kita bisa berdebu secara personal bila kita selalu keliru mempersepsi diri kita. Wajah kita bisa berdebu secara professional jika kita tak kunjung punya kendali atas diri kita. Wajah kita berdebu secara sosial jika kita tak pernah memberi arti bagi diri dan orang-orang sekitar kita. Dan, wajah-wajah kita bisa sangat berdebu secara spiritual jika kita tak pernah punya waktu untuk membasuhnya dengan ibadah dan komunikasi dengan Allah S.W.T”

Bumi Silampari, 21 Desember 2012 (Penuturan kisah oleh Kader KAMMI Al-Qossam LLG)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s