BERSEMANGATLAH UNTUK KEHIDUPAN MU YANG LEBIH BAIK


Bismillah..

Sahabat, mungkin sebagian dari kita masih terus memikirkan tentang betapa susahnya kehidupan yang dijalaninya, kesusahan baik secara materi maupun kesusahan non materi (kesusahan psikologi, empati sosial, dll). Tak jarang juga yang kemudian trauma atau bahkan mulai hilang kepercayaannya terhadap orang-orang disekitarnya.

Sahabat syiefa, tahukah engkau bahwa kehidupan itu terus berganti? Hari ini boleh jadi engkau sedih, tapi itu tidak berarti esok hari engkau tidak dapat berbahagia. Hari ini boleh jadi banyak yang menyukai dirimu, tapi itu tidak bisa menjamin bahwa kemudian hari mereka masih menyukai dirimu. Semua terus berubah, termasuk juga dirimu. Maka.. jika kita mengharapkan kehidupan kita yang lebih baik di kemudian hari tidak ada cara lain selain merubah diri kita (lahir dan bathin) menjadi lebih baik setiap waktunya.

Saya punya sebuah cerita tentang rasa yang tidak saya sukai dari diri saya, rasa itu bernama trauma. Saya mudah sekali kecewa terhadap segala sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya pikirkan. Terpenting sekali, hal-hal yang menyangkut janji. Ceritanya begini; saya memiliki seorang kakak, dia yang berjanji dengan sukarela terhadap saya bahwa dirinya tidak akan seperti kakak-kakak saya yang selain dia yang pergi begitu saja dengan dunianya ( Ada yang meninggal, ada yang memang terlena dengan dunianya). Saya pribadi tidak menyukai tabiat kakak-kakak saya tersebut, saya hanya menginginkan bahwa kakak-kakak saya ini tetap bersikap luwes dengan saya (adiknya ini) meskipun kehidupan dia telah berubah (berkeluarga, kerjaan baru, dll). Hingga pada akhirnya, komunikasi terputus dengan jauhnya jarak saya dengan kakak, sebagai seorang adik yang nyaman diayomi dengan banyak kakak sejak kecil saya merasa seperti kelinci yang dikandangkan paksa. Nah, kakak yang terakhir ini, menjanjikan untuk tidak seperti itu. Kenyataannya, dia pun sama: pergi dan asyik begitu saja dengan dunianya. susah untuk menghubungi dirinya, pergi hanya dengan senyuman tipis dan meninggalkan beban yang sedikit merepotkan: Sejumlah tanaman hias dan tanaman sayurannya di pekarangan.

Nah,. dari cerita dan pengalaman ditinggal oleh kakak-kakak saya ini, saya jadi belajar banyak hal.

1. Perkataan laki-laki itu sejatinya hanya untuk menenangkan, konteks kakak saya ini: Dia ingin menenangkan saya bahwa ada loh kakaknya yang perhatian sama adek kandungnya. 

2. Bahwa kita tidak bisa menuntut orang lain untuk bersikap sama terhadap kita. Jangan sekali-kali menyamakan orang lain dengan cara berpikir kita.

3. Janji itu hutang, dan hutang itu musti dibayar. ini yang saya suka, wehehehe… lebaran nanti saya kasih iqob tuh kakak… 

4.  lanjuT, KEMBALI KE PEMBAHASAN KTA TENTANG KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK.

jadi, seperti apapun masalah kita, apapun kenangan masa lalu kita, itu tidaklah penting. kehidupan kita harus selalu berjalan lebih baik, karena itu, relakanlah masa lalu ita, kenanglah hal itu HANYA sebatas sebuah kenangan. tidak penting untuk meratapi masa lalu kita, karena kita hidup saat ini dan kita harus mempersiapkan hidup kita yang lebih baik esok hari. relakanlah, lalu hadapi kerasnya dunia yang membesarkan mu, dan tersenyum semangatlah. percaya, bahwa ketika hari ini kamu mampu bernafas dengan GRATIS maka ALLAH sedang mempercayai mu untuk menjadi pribadi lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s