Selaksa Hati


Ingin menangis dan berteriak: ah!!!
Terkadang memang selalu seperti ini: sendiri.
Bahkan ketika Kristal kaca menggelembung,
Tetap saja semua harus sendiri.
Ah, boleh jadi ruang hati ini terlalu sempit memaknai
Atau jiwa yang kering sebab pikiran sendiri.

Wahai jiwa yang cengeng lagi rapuh!
Mengapa begitu mudah menangis?
Demi yang Maha Kuat lagi Mengasihi,
Mengapa lupa untuk sekedar menata hati?
Mengapa?
Mengapa meminta mereka untuk menyeka Kristal bening mu?
Tidakkah malu pada Dia?
Tidak tergerak barang sedetik dari jiwamu untuk sekedar menangis kepada-Nya?

Lucu ya? Engkau berharap mereka member kasih dan iba kepada mu.
Sadarkah, engkau siapa?
Terang saja mereka tak menoleh mu, mereke tak mengenal mu!
Sedang Dia?
Dia mengenalmu hingga seluruh kehidupan mu.
Betapa banyak cinta, tawa, senyum dan bahagia yang Dia beri untuk mu!
Adakah begitu mudah engkau tak menolehnya?
Tidakkah engkau malu untuk semua cinta yang telah Dia beri?
Wahai jiwa yang cengeng lagi rapuh!
Lupakah engkau akan itu?

29 Juni 2012
Rev.1 12 Juli 2012
Syiefaulqalbi@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s