Yang Terasa = Tiada


Kisah ini bermula ketika kemarin kami rapat tim Al-Quds, membahas kurikulum Madrasah Klasikal I KAMMI Al-Quds dan Otonomi pengkaderan untuk Kader KAMMI Al-Quds yang berada di Universitas Islam OKI (UNISKI). Sudah menjadi keharusan bahwa sebelum rapat kami mempersiapkan apa yang akan dibahas dalam rapat, tapi untuk rapat kali ini benar=benar beda. Mengapa? Sebab hanya 1 orang personel yang mempunyai Laptop dan tidak ada printer. Bahan pokok rapat kali ini membedah dan mengatur teknis pelaksanaan MK I dari manhaj kaderisasi yang ada. 

“Eh, nggak ada yang bawa netbook atau laptop ya?” salah satu rekan kami angkat suara.

“Kan laptopnya ilang mbak.” jawab salah seorang dari kami, lalu kami pun tertawa.

Saya teringat SMS dari Kak Iqbal Themi, SMS yang tidak penting sebenarnya

“Serius ini, saya intel dari Polresta OI. saat ini Kammi tengah menyelidiki kasus pencurian Laptop yang terjadi pada aktivis Kammi. Data yang masuk ke Kammi, berikut nama-nama aktivis kammi al-quds yang telah mengalami pencurian:
Rizky (ketum), Affan (sekum), Agung (wasekum), Yulizar (Kadep Humas), Hayrunizar (Kadep KP), Ilham (Kadep KD), Eni (Staff KP), Umi (Staff KD). Ternyata al-quds kompak sekali yaa? haha”

Saya selalu tersenyum jika mengingat sms itu, do’a kammi semua,”Semoga cukup sampai pada kami, dan tidak merembet kepada orang lain, sudah cukup!”

Hmm, sepertinya saya punya foto netbook saya. ini dia..

Image

Cantik kaann?? Yo’i cantik untuk dikenang, ^__^

Pada dasarnya, setiap apa yang terjadi pasti mengandung hikmah yang paling berharga. Apa yang telah menimpa kami ini seperti angin lalu saja, kami tak sendiri dalam hal ini. Pelajaran yang paling penting dari peristiwa ini adalah waktu. Mengapa? Setelah Laptop-netbook itu hilang, kami menyadari bahwa masih banyak hal-hal penting yang harus kami kerjakan bersama mereka yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kami. Menjadikan Laptop-netbook yang hilang sebagai alibi ke-engganan kami melakukan aktivitas juga tidak benar sama sekali, maka saat ini kami mensiasatinya dengan program “laptop bergilir”. Saya juga seperti itu, ketika saya berkesempatan menjumpai Laptop,komputer,netbook yang nganggur maka saya akan memanfaatkannya walaupun hanya sempat membuat tulisan satu paragraf atau mencari bahan kajian di internet untuk kemudian didiskusikan bersama rekan-rekan.

Selamat Jalan Netbok-Laptop kami tersayang, semoga engkau lebih bermanfaat setelah tidak bersama kami dan kami mendapatkan ganti yang lebih baik dari mu. Allahumma aamiiin..

“Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya begitu berharga”

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s