Secarik cerita yang hampir terlupa: Lembar yang tercecer


Bismillah…

Semoga ini [tidak] menjadi dalih bahwa saya bergerak atau berdakwah karena wajiha, sebab realitas ini yang [memang] saya temui pertama hingga saat ini. Lembaran yang [tak] sengaja saya temukan, ketika sedang dalam agenda ‘bedah sekret’ KAMMI Al-Quds. Lembaran yang sangat berharga [bagi saya], yang membuat diri ini kembali pada putaran waktu 3 tahun lalu. Mau tau??? Ini diaaa….

KAMMI di Mata ku

Pertama kali, aku mendengar bahwa KAMMI adalah

wajiha yang pergerakannya lebih kepada Aksi-aksi.

Aku bertanya dalam hati, sebenarnya seperti apa KAMMI itu?

Aksi seperti apa KAMMI itu? Hingga suatu hari aku mendapat info

bahwa ada aksi menolak akan kedatangan SBY di bumi swarna dwipa ini,

saya baca infonya dan ada KAMMI di sana!

Kesimpulan awal saya: Heumm, KAMMI ini suka DEMO rupanya.

Tapi hal diatas tak menyurutkan rasa penasaran ku akan KAMMI.

Berawal dari rasa ini lah, aku semakin gencar mencari-cari tahu tentang KAMMI. Meski banyak golongan orang-orang yang tidak  menyukai KAMMI [atau bahkan anti KAMMI], semakin membuat rasa ingin tahu KAMMI ini semakin menjadi-jadi. Hingga aku menemukan bahwa

ternyata KAMMI adalah tempatnya para pemuda-pemui ISLAM !

 satu hal yang aku tahu dan aku yakini, bahwa citra suatu organisasi adalah orang-orang yang ada didalamnya dan yang memajukan atau mematikan organisasi juga orang-orang yang ada di dalamnya.

Di mata ku, KAMMI adalah salah satu sarana untuk aku agar mampu berkontribusi kepada Dien dan Ummat dengan tangan (AKSI).

Ketika saya tahu bahwa aksi KAMMI bermacam-macam maka TEKADKU penuh: aku cari jati diri dan kecintaanku pada islam dengan KAMMI, biarlah mereka yang tidak tahu KAMMI menyaksikan bahwa KAMMI adalah tempat para pemuda-pemudi ISLAM yang ikhlas berkontribusi untuk ummat !!

KAMMI yang kini mulai terang di mata ku.

Jiaahh, jadi menurut teman berharga atau tidak lembaran itu?? Oke,okee… memang lembaran itu hanya bertuliskan testimoni saya akan KAMMI. Tulisan di atas saya buat ketika saya mengikuti DM I KAMMI Komisariat Al-Quds Angkatan 56 di Pon-pes RU Sakatiga,OI tanggal 25-26 Mei 2010.

Kini, telah tiba masa yang ke-2 tahun saya berada di KAMMI. Lembaran itu mengingatkan saya akan artinya cinta pada pandangan pertama dengan KAMMI. Yupps, saya mengenal lebih dulu KAMMI dari organisasi lainnya di kampus, meski ketika saya mengenalnya KAMMI tengah mengadakan DM I sehingga saya “telat” menyata cinta dan sayapun [sementara] bergabung dengan LDF di fakultas saya.

Jikapun ada yang mengatakan ,”dakwah itu karena Allah bukan karena Wajiha” saya mengaminkan hal tersebut, akan tetapi selayaknya manusia yang mempunyai kecenderungan untuk berkumpul agar merasa nyaman dalam dakwah dan pengembangan diri, maka saya berani mengatakan bahwa KAMMI dan Dakwah adalah dua hal tak terpisah dari sejarah kehidupan saya.

Banyak hal yang tak bisa saya sebutkan satu-persatu di sini, tentang mengapa saya [betah] di KAMMI. Akan tetapi, saya berani menyatakan satu hal: Di KAMMI lah engkau akan merasakan suasana kekeluargaan yang mungkin akan membuat mu mengatakan bahwa KAMMI adalah rumah keduaku, bahkan ada juga yang mengatakan KAMMI adalah Rumah pertamaku!

Pojok Kamar @Sweet Room Tamyiz 71

bakda pulang dari agenda ‘Penguatan &Konsolidasi ADK UNSRI, Memilih membersamai tumbuhnya KAMMI di usia 14 tahun ini adalah pilihan yang paling membahagiakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s