Hmm,
Aku dihujani ketakutan tak terperi
mengaju ragu pada jiwa dan nurani
Rancak, pecak ayunan jadi lima.
Izinkan sejenak untuk ku berlari,
kelak tawa tak tau lagi kemana hendak merenda-lirih.

Allah, mula sujud ku tak lagi khusyuk,
ada hasrat benah diri, tak urung jiwa renta meradang pilu-sedih.

Allah, tak jua airmata ini menjumpai,
tidak sedih apalagi hendak pilu-kelu.
Kelak ‘kan kemana lari ini pergi?
hingga masih tak di insyafi: jiwa [yang] mati suri.

@Tamyiz 71, bareng pacar hatiku: Umi Qona’ah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s