Belajar Editing, mengapa tidak?


Editing, kata yang tidak asing lagi didengar oleh kita, penulis pemula. Pekerjaan mengedit adalah suatu keharusan yang harus dilakukan oleh para penulis pemula. Saya tidak perlu mendefinisikan apa itu editing, sebab sudah banyak tulisan yang menerangkan tentang hal itu.

Keuntungan langsung yang bisa diperoleh dari proses ini adalah proses memperbaiki dan menilai cita rasa dari tulisan kita itu sendiri. Dengan melakukan editing sendiri, kita akan tahu di mana kesalahan  tulisan kita. Baik ejaan, maupun penggunaan kata dan penataan kalimat. Kita juga akan mampu membuang kalimat atau bahkan paragraf yang bisa membuat tulisan kita bias dari maksud yang ingin kita capai.

Bagaimana dengan saya pribadi? Alhamdulillah, saya juga seorang editor pemula untuk karya-karya saya. Saya lebih suka jika tulisan-tulisan saya diedit bahkan dibuang atas dasar penilaian saya pribadi. Semua serba otodidak, belajar praktek sembari bertanya kepada mentor atau sekedar share ke teman-teman dan membaca buku. Tidak mudah, saya mengakui hal itu. Editing, sama sekali berbeda antara apa yang kita bayangkan di otak dengan fakta pada tulisan-tulisan kita. Akan tetapi, editing juga tidak sulit seperti yang kita perkirakan sebab proses ini ternyata menyenangkan untuk diperdalam lebih lanjut. Just learn by doing.

Untuk membantu proses editing, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Hal-hal berikut saya racik dari pengalaman selama mengedit karya saya dan hasil belajar pada mentor (orang dan buku), ini dia..

  1.  Kalau mau ngedit, pertama kali musti baca bismillah dulu. Jangan salah, ini penting bro and sist! Bismillah ternyata mampu membuka ruang keterbukaan kita terhadsp diri sendiri.
  2. .Baca baik-baik tulisan kita yang akan di edit.  Mulailah untuk merasakan cita rasa nya, udah pas atau ada yang janggal dari tulisan kita. Bias atau tidak isi tulisan kita, mulai dari paragraf pertama hingga huruf terakhir dari tulisan kita.
  3. Mulai perbaiki tulisan kita:periksa tanda baca, ejaan, dan kelengkapan huruf.
  4.  Selanjutnya, baca lagi tulisan hasil editing kita tadi. Masih ada yang janggal tidak? Perhatikan pada tata kata dalam kalimat dan kesesuaian dari susunan paragraf kita.
  5. Jangan sungkan-sungkan untuk membuang kata atau kalimat yang menimbulkan bias pada tulisan kita! Buang dan masukkan ke kotak sampah, oke?
  6. Jika sudah selesai, baca kembali untuk terakhir kali. Selanjutnya biarkan saja tulisan itu, minimal satu hari. Proses ini sering disebut dengan pengendapan karya, tujuannya tidak lain supaya kita lebih objektif menilai tulisan kita.
  7. Setelah diendapkan, baca kembali tulisan kita tersebut. masih janggal? Tahan dulu, jangan terburu-buru untuk mengeditnya. Coba berikan tulisan tadi ke teman, penulis senior kita atau kita baca berulang-ulang sampai benar-benar hafal.
  8. Setelah tujuh proses dilakukan, beri sentuhan akhir pada tulisan kita. Edit dan tunjukkan hasilnya! Eits, jangan puas dulu.. tugas kita masih ada. Mau tau? Yups, menulis kembali!
  9.  Akhiri proses editing dengan membaca hamdalah. Loh? Jangan salah lagi, dengan membaca hamdalah maka ada kepuasan tersendiri yang masuk dan menelisir hingga ke aliran darah kita. Senang dan bangga, kita adalah editor! Yeyeyeee..

Nah, untuk menunjang progress kita dalam hal editing ini, ternyata ada proses yang juga harus kita lakukan. Ini dia…

  • Perbanyak membaca buku, utamakan buku-buku best seller. Katanya sih gini, dibalik kesuksesan sebuah buku tentu ada aditor yang handal. Itu dia yang ingin kita tahu, seperti apa hasil editingnya. Saya suka melakukan ini, sebab secara tidak langsung saya mendapat tiga hal: maksud dari tulisan yang dibaca, ilmu editingnya dan nama-nama edionya. Hehehe..
  • Buka kamus; KBBI dan kamus standar bahasa inggris.

Oke, untuk sementara ini dulu yaa. Saya juga masih pemula, hanya berusaha membagi apa yang sudah saya dapatkan. Sebenarnya, tulisan ini saya buat untuk menghindari hilangnya kesempatan menulis saya hari ini. Kalau teman punya pengalaman lain dari hasil editing tulisan, saya akan sangat senang jika teman bersedia membantu saya dengan menuliskannya dan membagi tulisan tersebut kepada saya.

Yes! Belajar editing, mengapa tidak? Pemula juga bisa kok, menjadi penulis dan editor sekaligus, keren itu! walaupun masih pemula semua… ^_^

Semoga menambah kebermanfaatan, salam pemula!

Umi Qona’ah

Staff Kaderisasi KAMMI Komisariat Al-Quds UNSRI

06:17, 090512

@sweet room, tamyiz 71

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s