Paket Sampul Warna Coklat: The Jayakarta Daira Hotel


Hari ini saya melakukan perjalanan ke sebuah tempat yang ‘bersejarah’ dalam hidup saya 5 tahun lalu, sebuah tempat yang mampu menghantarkan saya hingga ke daratan Inderalaya;Universitas Sriwijaya.

Perjalanan dengan bis, sepanjang perjalanan air mata ini benar-benar tidak mampu untuk di tahan lagi. Semakin menyelami maka semakin deras aliran air mata, entahlah mengapa hari ini airmata begitu mudah mengalir tanpa dosa.

Kuraih magicphone di saku jaket, menulis sebuah pesan singkat. Pesan itu hanya berisi kata-kata seperti paragraf awal dari tulisan ini. Tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin membagi apa yang tengah saya rasakan, itu saja.

Sebenarnya kemana arah dan tujuan dari perjalanan ini? Apa yang menjadi sejarah dalam hidup saya 5 tahun lalu? Baiklah, simak saja tulisan ini hingga engkau menemukan jawabannya. Tulisan yang sebagian (juga) saya kirimkan kepada seseorang.

sebuah paket “ Untuk Adindaku: Umi Qona’ah” sampul warna coklat. Tak ada yang istimewa, hanya empat lembar kertas berisikan daftar nama-nama. Oh tidak, ada yang berbeda. Sebuah goresan stabilo warna pink:
Umi Qona’ah |1805 | Xa SMA N Muara Kelingi

Tiga bulan berikutnya, paket yang sama dengan sampul warna coklat, isinya pun tidak ada yang benar-benar istimewa hanya tiga buah notebook kosong. Selanjutnya secara berkala selalu ada paket “ Untuk Adindaku: Umi Qona’ah” . satu-satunya (yah, satu-satunya paket yang aku terima atas namaku sendiri)
The Jayakarta Daira, salah satu hotel di wilayah kota Palembang. Letaknya tak begitu jauh dengan rumah sakit charitas. Cari saja di sekitaran Jalan Jendral sudirman Palembang, pasti akan mudah menemukannya sebab memang hotel ini terletak di pinggir jalan. Ini dia foto hotel The Jayakarta Daira

The- Jaya-Karta-Daira, Mengeja nama hotel ini merekatkan lagi keping-keping cerita lima tahun lalu. Menyebut nama hotel ini membuat kata-kata berubah menjadi airmata. The Jayakarta Daira, sungguh ! berdesir aliran nadi, airmata pun meleleh seiring mengalirnya kenangan tentang paket sampul warna coklat itu. (Allahu Robbi, bahkan lututku serasa lemas ketika tapak kakiku menginjak pelataran hotel ini)

Hm, sebenarnya tidak ada yang benar-benar istimewa dengan cerita tentang paket sampul coklat bahkan the jayakarta daira sekalipun. Hal yang mampu membuat saya menangis sepanjang perjalanan ini tak lain adalah semangat dibalik kisah ini. Saya sebenarnya tak benar-benar menyukai kiriman paket itu. Akan tetapi, hal yang menarik bagi saya adalah rasa penasaran yang timbul yang kemudian hari saya kenali sebagai sebuah pemantik tekad yang muncul. Yah, saya penasaran dengan institute yang mengirimi paket itu. Seperti apakah kiranya hingga rela mengirimi paket sampul coklat untuk saya, hanya untuk saya dan tidak kepada teman-teman saya. Penasaran, dari mana ‘mereka’ tahu dengan saya, dengan nilai-nilai saya, dengan alamat sekolah saya, dengan daftar nama-nama teman seangkatan saya.
Saya tak benar-benar berniat untuk menanggapi secara serius paket itu, akan tetapi perkataan teman-teman sekelas membuat sebuah semangat muncul. Bukankah hanya saya yang mendapatkan paket itu? Tidakkah saya istimewa? Tidakkah ini kesempatan emas untuk bisa melanjutkan studi ke universitas seperti impian saya? Tidakkah ini berita baik untuk saya? Adakah alas an lain bagi saya untuk tidak berbahagia dengan kesempatan yang terbuka ini?

Semua orang seolah turut senang, teman-teman menyarankan agar aku mengambil studi di tempat yang disebutkan dalam paket itu. Tidakkah engkau menilai bahwa ini kabar baik? Ah iya, saya lupa menyebutkannya, belakangan surat itu adalah tawaran untuk melanjutkan studi pendidikan ilmu computer di salah satu sekolah tinggi di kota Palembang, alamat sekolah tinggu itu tepat berada di samping hotel “The Jayakarta Daira”. Yupps, setidaknya seperti itu yang tertulis di sampul warna coklat itu. Karenanya, jayakarta daira adalah satu-satunya yang bisa saya ingat dengan gamblang di alam bawah sadar.

Walaupun pada akhirnya saya tidak mengambil kesempatan ini (serta membuang dua kesempatan studi dengan beasiswa di pulau jawa), lebih memilih melanjutkan kuliah tanpa beasiswa di awal melalui jalur penelusuran minat dan prestasi (PMP) di Universitas sriwijaya tetapi saya mensyukuri cerita sampul coklat ini. Bagaimana tidak mensyukuri, berkat paket sampul coklat itu saya berani untuk memimpikan pendidikan yang lebih baik bagi hidup saya, berani untuk meyakinkan orangtua saya bahwa saya harus kuliah, berani untuk meyakinkan diri bahwa saya adalah seseorang yang akan sukses suatu hari nanti.

Sejatinya, paket-paket itu hanya berisi informasi tentang pendidikan di sebuah sekolah tinggi ilmu computer selama empat tahun, tentang testimony mahasiswanya, tentang profil alumni dan testimony stakeholder dari sekolah tinggi tersebut. Suatu kali, isi paket itu berisi surat resmi yang menyatakan bahwa Umi Qona’ah dengan NIS 1805 adalah salah satu siswa yang berhak melanjutkan studi di sekolah tinggi tersebut selama empat tahun gratis (alias dengan beasiswa full). Jika saya menerima, maka cukup dengan melakukan registrasi ulang dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan mengirimkan kembali ke alamat yang tertera. Akan tetapi itu tidak saya lakukan, saya memilih membalasnya dengan dua lembar kertas berisi surat atau lebih tepatnya curhat. Saya menuliskan pertanyaan-pertanyaanku;Palembang, tentang keinginanku; Institute pertanian Bogor; tentang pelajaran favoritku; Bahasa Inggris. Paket balasan yang saya terima: kisah sukses alumni sekolah tinggi itu dengan bahasa inggris, tentang pengalaman dan latar belakang kehidupan keluarga mereka.

Hal itulah yang kemudian semakin mendorong keinginan saya menjadi lebih membara dari biasanya. Saya harus Kuliah!

Setelah lima tahun, mendatangi tempat yang memiliki ‘sejarah’ adalah hal yang tak pernah terbayang sebelumnya, bahkan saya telah hampir melupakan cerita paket sampul warna coklat itu. Akan tetapi, the jayakarta daira memang telah lekat dalam alam bawah sadar saya.

Ingin sekali saya mencari lokasi sekolah itu di sekitaran hotel the jayakarta Daira, namun pencarian gagal total.[setelah googling, ternyata alamatnya pindah di Jl. A.Yani). Saya sungguh menikmati perjalanan hari ini dengan hati yang basah karena nikmat yang tak terhingga ini.

Terngiang perkataan teman-temanku,” Wah, umi nih lain euy. Lain nian yang nag jadi anak Unsri nii. Ckckck. Lokak jadi wong sukses kau ni mi.” teringat perkataan seseorang ketika saya melewatinya tengah bercakap-cakap dengan orang lain,” ni naah, mun nag lihat calon orang sukses.

“ [Hiks, hiks.. airmataku jadi tak terbendung lagi) terimakasih untuk semua do’a yang dengan tulus telah kalian haturkan untuk saya, terimakasih untuk sebuah doa yang menyemangati… 😥 ]

#Perjalanan berangkat-pulang menghadiri sarasehan nasional “May Day” di Hotel The Jayakarta Daira (28April2012)

Iklan

One thought on “Paket Sampul Warna Coklat: The Jayakarta Daira Hotel

  1. Ping-balik: Paket Sampul Warna Coklat: The Jayakarta Daira Hotel | UMI QONA'AH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s