Episode Pelangi: Semua Berawal Dari Sini.


“ Tarbiyah bukan segalanya, tapi semua berawal dari tarbiyah”
Mungkin sahabat sering mendengar kata tarbiyah [atau memang jurusan tarbiyah], tapi kemudian yang menjadi pertanyaan apa sih tarbiyah itu? Apa hayoo?? Iya, betul sekali! tarbiyah itu pendidikan. Terus kaitannya apa? Satu-satu yaa penjelasannya, let’s begin..
Teacher, Inspiring of Change…
Untuk teman-teman FKIP UNSRI, kalimat di atas sudah nggak asing lagi. Korelasi dengan tarbiyah apa nih? Gini, tarbiyah=pendidikan maka pentarbiyah= pendidik=guru. Dalam proses pendidikan semua berawal dari adanya interaksi antara Guru (Murobbiyah) dengan Muridnya (Mutarrobi). Sehebat apapun seorang Murobbi tidak akan ada apa-apanya jika tidak memiliki mutarrobi, sebejat-bejatnya mutarrobi akan mampu menjadi ‘malaikat’ jika ada Murobbinya.
Tarbiyah, mula dari bersemai kebaikan…


Kembali ke tarbiyah, proses tarbiyah [pendidikan] baru akan dimulai ketika dua syarat berikut ini terpenuhi. Satu, Tarbiyah dimulai dari keunikan diri sendiri. Jadi seperti ini, kita terlahir kedunia dengan sifat dan karakter kita masing-masing, right? Nah, dalam tarbiyahpun hal yang dahulu sekali jadi prioritas Murobbi dan Mutarrobi adalah karakter ini. Contoh, Mutarrobi sifat dan karakternya adalah sanguinis sejati sedangkan murobbi adalah melankolis sejati. Dalam buku personality plus, disebutkan bahwa sanguinis tidak akan ‘ketemu’ dengan melankolis, tapi ini tidak berlaku pada tarbiyah. Murobbi akan mampu belajar untuk membuka diri dan mutarrobi bisa belajar kedisiplinan [indibath] dari murobbinya, menarikkan?
Jadi, dalam tarbiyah tidak berarti kita harus bersifat seragam. Inget siapa saja Khulafaur Rasyidhin kita? Abu bakar yang lembut, Umar yang tegas, Utsman yang pemalu, dan Ali yang cerdas penuh semangat. Jika kita buka lagi shiroh nabawiyah maka kita akan menemukan bahwa proses tarbiyahnya Rosulullah berawal dari keunikan diri sendiri, beliau mampu membagi kasih sayang dan perhatiannya kepada semua sahabat-sahabatnya sesuai dengan karakter sahabatnya tersebut, sehingga tidak aneh jika kemudian mereka [para sahabat] mengklaim bahwa dirinyalah yang paling disayang oleh Rosulullah SAW.
Dua, Tarbiyah itu dimulai dari diri sendiri. Di fragmen ini, kita akan kembali kepada nasehat mujadid dakwah kita, imam syahid hasan albanna yang mengatakan bahwa hal pertama dari perilaku seorang muslim adalah pribadi yang sholeh. Korelasinya, seperti apapun kita hari ini jika ingin sukses dunia akherat maka mulailah itu dari diri kita sendiri. Kita tidak bisa terus-terusan bergantung dengan orang lain, ada masanya kita akan perlu untuk sendiri. Begitupun dengan tarbiyah, kalau bukan kita yang merasa perlu dengan tarbiyah apakah kita bisa melakukan tarbiyah itu sendiri? Murobbi sudah ada, teman sudah lengkap, tapi kita sendiri tidak ‘will’ untuk tarbiyah maka terputuslah proses tarbiyah itu oleh kita sendiri. Benar tidak?

Mula dari semua kebaikan itu…

Saya memiliki perkataan dahsyat dari seorang yang dahsyat juga, beliau adalah Abu Hudzaifah r.a. Abu Hudzaifah r.a mengatakan, ada 3 hal kebaikan yang menjadi titik kunci keberhasilan [tarbiyah] kita:
>> Hendaklah amalanmu hanya untuk Allah SWT
Sahabat pernah kecewa dengan seseorang? Nah, bisa jadi itu terjadi karena kita terlalu mengharapkan kepada seseorang itu. Kekecewaan beriring dengan ketidakikhlasan hati kita.
>> sukailah do’a yang menjadi milik orang lain seperti engkau menyukainya untuk dirimu sendiri
Maksudnya seperti ini, kita harus bisa merasakan bahagia dan mendo’akan kebahagiaan untuk saudara kita. Sebab ketika itu terjadi maka hal itu akan kembali kepada kita sama dengan apa yang kita rasakan dan kita do’akan untuk saudara kita. Ketika kita mendo’akan untuk kebaikan orang lain maka malaikat-malaikat Allah akan mengaminkan dan mendoakan hal itu kepada kita. Simple tapi asyikkan?
“Ya Allah, berikanlah selalu keberkahan dan kelancaran dalam setiap urusan dari saudara-saudaraku seiman dimanapun dirinya berada. Aamiin”


>> Jagalah kehalalan makananmu semampumu.
Sahabat, kita sering bertanya-tanya dan berfikir mengapa banyak dari do’a – do’a kita yang belum terkabulkan. Salah satunya [boleh jadi] do’a kita tidak sampai ke Allah karena makanan yang masuk kedalam tubuh kita masih diragukan kehalalannya (syubhat) atau malah ada makanan yang haram untuk kita (haram dalam proses, maupun dari makanannya itu sendiri) seoptimal mungkin kita harus bisa menjaga kehalalan makanan kita, istilah populernya mending yang pasti-pasti aja.
Akhirnya..
Oke, sampailah kita pada segmen terakhir dari pembahasan kita kali ini. Sahabat, sesungguhnya Tarbiyah [pendidikan] itu nggak Cuma sekedar ngaji, ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam tarbiyah itu sendiri. Mulai dari belajar mendeteksi kepribadian seseorang sampai mendeteksi suasana hati seseorang dalam tarbiyah kita. Asyikkan?? Hayoo, semangat bertarbiyah yuuk……
Wallahu a’lam bishowab, semoga bermanfaat.

Meskipun aku adalah pengagum bunga Anggrek namun aku tataplah bukan Anggrek yang akan mekar dan harum ketika hujan reda, juga bukan Seruling yang mampu menentramkan jiwa. Aku adalah bagian dari heningnya malam juga bagian dari keramaian siang. Kalaupun aku hidup segan,tapi aku tak benar jika ingin mati tanpa arti. Setulusnya,aku bangga berada di LINGKARAN MALAIKAT INI. (Syiefa-uL Qalbi)

Umi Qona’ah
KAMMI Al-Quds Unsri
Syiefaulqalbi@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s